Spa Diduga Jadi Kedok Prostitusi di Kelapa Gading Kebal Penindakan, Oknum Wartawan Disebut Jadi “Backup”

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 01:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"ads_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"3b11a5fadc1b49f189bbf23fbd223623","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Jakarta // krimsusnewstv.id 24 Oktober 2025 — Dugaan praktik prostitusi terselubung di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, kembali mencuat ke publik. Sebuah tempat hiburan bernama Groovy Hotel & Spa diduga menjadi lokasi aktivitas ilegal yang hingga kini masih bebas beroperasi, meski telah dua kali disambangi dan ditindak oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Yang mengejutkan, salah satu pengelola spa justru menyebut adanya “backup” dari oknum wartawan yang diduga menjadi alasan tempat tersebut seolah kebal penindakan.

Veronika, selaku Manajer Groovy Hotel & Spa, dalam pernyataan yang beredar di kalangan internal, mengaku kegiatan spa mereka “aman” karena mendapat perlindungan dari seorang wartawan berinisial Budi Pers, yang dikenal sebagai pengelola salah satu media lokal. Klaim inilah yang kini menjadi perhatian publik, sebab diduga kuat menjadi penyebab lemahnya pengawasan terhadap tempat tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga sekitar sudah lama resah dengan aktivitas mencurigakan di lokasi itu. Mereka mengaku melihat banyak tamu keluar-masuk hingga larut malam. Berdasarkan penelusuran sumber di lapangan, pelanggan diduga bisa memesan “layanan tambahan” atau “paket spesial” di luar daftar harga resmi spa. Transaksi dilakukan secara tertutup antara pelanggan dan terapis di dalam kamar, sehingga sulit terdeteksi oleh petugas.

Baca Juga:  Masyarakat Resah, Judi Tembak Ikan di Kisaran Diduga Masih Beroperasi Terbuka

Seorang pejabat Dinas Pariwisata DKI Jakarta yang dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya telah dua kali melakukan pembinaan dan penindakan administratif terhadap tempat tersebut. “Kami sudah turun dua kali. Jika kembali terbukti melanggar, kami akan rekomendasikan penutupan permanen,” ujarnya menegaskan.

Dugaan keterlibatan oknum jurnalis dalam memberikan perlindungan terhadap praktik ilegal ini dinilai merusak integritas profesi pers. Jika benar terbukti, tindakan tersebut dapat masuk dalam ranah hukum Pasal 296 dan 506 KUHP tentang perbuatan menyediakan tempat prostitusi, serta melanggar UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Masyarakat mendesak Polres Metro Jakarta Utara segera turun tangan menyelidiki dugaan praktik prostitusi sekaligus menelusuri peran oknum yang diduga memberikan “backing” terhadap pengelola spa tersebut.

Selain itu, Dewan Pers diharapkan turut menindaklanjuti temuan ini guna menjaga marwah dan kredibilitas profesi wartawan dari oknum yang menyalahgunakan profesinya demi keuntungan pribadi.

Penulis : Barkah S.

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB