Tuntut Penuntasan Kasus Babi Ilegal & Limbah Durian, AMPERA Turun Gunung

- Penulis

Minggu, 23 November 2025 - 00:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli // Krimsusnewstv.id Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Massa Pergerakan Rakyat Nias (AMPERA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Nias dan Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jumat (21/11/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan kejahatan lingkungan yang dinilai merugikan masyarakat dan mencoreng marwah Pulau Nias.

Dalam orasi pertamanya, Koordinator Aksi Notatema Ziliwu, S.Pd, menegaskan bahwa AMPERA menuntut penegakan hukum secara tegas dan transparan atas sejumlah persoalan yang dianggap sudah meresahkan publik.

Tiga Kasus Utama yang Disorot AMPERA

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Pemasukan Ternak Babi Ilegal

AMPERA menyoroti adanya dugaan pemasukan ternak babi ilegal melalui Pelabuhan Gunungsitoli tanpa dokumen resmi, tanpa pemeriksaan kesehatan, dan tanpa prosedur karantina sebagaimana diwajibkan oleh UU Peternakan dan Kesehatan Hewan serta UU No. 21/2019 tentang Karantina.

Sejumlah hewan bahkan ditemukan mati dan sekarat saat tiba di pelabuhan.

2. Pembuangan Bangkai Ternak Babi

Massa juga mengecam pembuangan bangkai ternak babi ke Sungai Bogae, Desa Lasara Sowu, Kecamatan Gunungsitoli Utara, yang dinilai sebagai tindakan kriminal lingkungan dan penghinaan terhadap masyarakat lokal.

3. Pembuangan Limbah Durian

Dugaan pembuangan limbah kulit durian secara sembarangan di Desa Iraonogeba juga menjadi sorotan, karena berdampak pada kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan warga sekitar.

Selain itu, AMPERA mendesak Wali Kota Gunungsitoli untuk memberikan sanksi tegas kepada dua pengusaha yang diduga melanggar aturan, yakni UD. ENU (usaha ternak babi) dan Angel Durian Nias (usaha olahan durian).

Pulau Nias Bukan Tempat Sampah Mafia”

Baca Juga:  Diduga Alami KDRT, Jurnalis Perempuan di Kepri Dilaporkan Balik Mantan Suaminya WNA Singapura

Pimpinan Aksi, Agri Handayan Zebua, S.Th, menyebut rangkaian pelanggaran tersebut sebagai kejahatan yang diduga dilakukan secara masif, terstruktur, dan terencana. Ia menilai tindakan ini bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat serta melecehkan kewibawaan negara. “Pulau Nias bukan tempat sampah mafia. Pulau Nias bukan ladang uji coba kejahatan lingkungan, dan bukan ruang kosong yang bisa diperalat pengusaha rakus,” tegas Agri dalam orasinya.

Pernyataan Sikap AMPERA

  • Dalam surat pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan aparat, AMPERA menyoroti beberapa hal penting:
  • Dugaan pelanggaran UU tentang Karantina dan UU Peternakan atas pemasukan ternak babi tanpa prosedur.
  • Aksi sopir truk ternak yang disebut menolak berhenti saat diminta petugas karantina, dan tetap menerobos atas perintah pengusaha.
  • Adanya indikasi kuat maladministrasi dan pembiaran oleh sejumlah oknum di lingkungan pelabuhan.

Tuntutan AMPERA

AMPERA mendesak:

Polres Nias untuk segera menuntaskan penyelidikan atas laporan terkait UD. Angel Durian Nias yang diduga beroperasi tanpa izin.

Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk memperketat pengawasan perdagangan ternak babi dan mengambil tindakan tegas terhadap usaha yang melanggar aturan, termasuk menutup usaha yang tidak berizin dan tidak membayar pajak daerah.

Surat pernyataan sikap AMPERA diterima langsung oleh Wakapolres Nias Kompol Selamat K. Harefa dan Asisten Wali Kota Gunungsitoli Eko Haryanto Zebua.

Ancaman Aksi Lanjutan

AMPERA menegaskan akan kembali turun dengan massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan tertib dan damai, di bawah pengamanan ketat personel kepolisian.

Penulis : Samuel Harefa

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Alami KDRT, Jurnalis Perempuan di Kepri Dilaporkan Balik Mantan Suaminya WNA Singapura
Wapres Gibran Kunjungi Kepulauan Nias, Serap Aspirasi Daerah dari Infrastruktur hingga Kehidupan Sosial Masyarakat
Polres Nias Selatan Gelar Apel Operasi Lilin Toba 2025, Fokuskan Pengamanan Nataru dan Antisipasi Bencana
PAC Pemuda Peduli Nias Desak Polisi Ungkap Motif Kasus Pembunuhan Akibat Lemparan Batu
KAPOLRES METRO JAKARTA BARAT PERKUAT SINERGI DENGAN TOKOH MASYARAKAT DAN AGAMA DI TAMBORA
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Desember 2025 - 08:41 WIB

Diduga Alami KDRT, Jurnalis Perempuan di Kepri Dilaporkan Balik Mantan Suaminya WNA Singapura

Selasa, 23 Desember 2025 - 01:06 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Kepulauan Nias, Serap Aspirasi Daerah dari Infrastruktur hingga Kehidupan Sosial Masyarakat

Sabtu, 20 Desember 2025 - 05:01 WIB

Polres Nias Selatan Gelar Apel Operasi Lilin Toba 2025, Fokuskan Pengamanan Nataru dan Antisipasi Bencana

Minggu, 23 November 2025 - 00:39 WIB

Tuntut Penuntasan Kasus Babi Ilegal & Limbah Durian, AMPERA Turun Gunung

Kamis, 16 Oktober 2025 - 01:05 WIB

PAC Pemuda Peduli Nias Desak Polisi Ungkap Motif Kasus Pembunuhan Akibat Lemparan Batu

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB