Aktivis HAM Desak Pemerintah Salurkan Bantuan Siap Konsumsi untuk Pengungsi Banjir Bandang di Sumut

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Tengah // Krimsusnewstv.id Ribuan pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, disebut terancam kelaparan akibat keterbatasan akses logistik dan minimnya pasokan makanan siap saji. Hal ini disampaikan Aktivis Pemerhati HAM Independen, Arifin Wardiyanto, yang mengimbau pemerintah agar memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dapat langsung dikonsumsi oleh para korban. Selasa 02/12/2025

Arifin menegaskan, dalam situasi darurat seperti saat ini, bantuan berupa beras tidak cukup membantu jika tidak disertai alat masak, bahan pendukung, maupun fasilitas dapur umum. “Jika hanya diberikan beras tanpa alat untuk memasaknya, percuma saja. Kondisi di lapangan sangat terbatas,” ujarnya, mengutip keterangan salah satu pengungsi yang dapat dipercaya, Soni Tehe Lase.

Menurut laporan di lokasi, ribuan warga yang mengungsi di sejumlah titik di Tapanuli Tengah semakin membutuhkan makanan cepat saji. Akses jalan yang masih terputus membuat distribusi bantuan terkendala, sehingga Arifin mendorong penggunaan helikopter untuk mengirimkan makanan siap konsumsi, khususnya ke wilayah yang paling terisolasi.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah harus mengutamakan makanan siap makan untuk menghindari ancaman kelaparan di tengah pengungsian,” tegas Arifin.

Selain itu, Arifin menghimbau seluruh masyarakat Indonesia agar turut berperan aktif membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana yang melanda beberapa wilayah sekaligus, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, mengingat dampak kerusakan dan jumlah korban yang terdampak cukup besar.

“Ini bencana dahsyat yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan solidaritas nasional,” tambahnya.

Situasi di lapangan masih terus berkembang, sementara para pengungsi berharap bantuan darurat yang lebih efektif dan cepat segera tiba. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan kini diharapkan menyesuaikan pola distribusi bantuan agar kebutuhan mendesak warga dapat terpenuhi.

Penulis : Tim/red

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB