Mendagri Tekankan Pentingnya Prestasi Olahraga sebagai Indikator Negara Maju

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta // krimusnewatv.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa kemampuan Indonesia meraih prestasi olahraga di tingkat internasional merupakan bagian penting dari visi besar menjadi negara maju. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menilai bahwa kemajuan suatu negara tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari keberhasilan atletnya bersaing di kancah dunia.

Dalam konferensi pers Puspen Kemendagri, Rabu (3/12/2025), Mendagri menyoroti minimnya perhatian anggaran pemerintah daerah terhadap sektor kepemudaan dan olahraga. Dari total APBD nasional 2025 sebesar Rp1.399 triliun, hanya Rp13 triliun atau sekitar 0,93 persen yang dialokasikan untuk sektor tersebut di 552 daerah. “Ini menunjukkan bahwa pembangunan olahraga dan pemuda belum menjadi prioritas di banyak daerah,” tegas Tito.

Ketimpangan Anggaran Antardaerah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia memaparkan adanya ketimpangan yang mencolok dalam besaran anggaran kabupaten/kota maupun provinsi. DKI Jakarta menjadi daerah dengan alokasi terbesar, sekitar Rp1,2 triliun, karena kapasitas APBD yang besar. Namun di banyak daerah lain, anggaran untuk pemuda dan olahraga hanya berkisar belasan hingga puluhan miliar rupiah. Bahkan ada daerah yang hanya mengalokasikan kurang dari Rp1 miliar. “Bahkan ada kabupaten yang hanya menganggarkan Rp150 juta, ada yang Rp60 juta. Dengan angka seperti itu, lapangan olahraga saja sulit dirawat,” katanya

Sementara itu, di tingkat kabupaten/kota, Kutai Timur tercatat sebagai daerah dengan anggaran terbesar, mencapai Rp286 miliar. Ketimpangan seperti ini dinilai menghambat pemerataan pembangunan ekosistem olahraga nasional.

Baca Juga:  Tambang Galian C Ilegal Menggila di Asahan, Beroperasi di Depan Polsek, Diduga Disetor ke Aparat — Negara Terancam Kalah oleh Kejahatan Terorganisir

UMKM Masih Minim Dukungan

Selain sektor olahraga, Mendagri juga menyoroti lemahnya dukungan APBD terhadap pengembangan koperasi dan UMKM. Dari keseluruhan APBD nasional, sektor itu hanya mendapat alokasi sekitar Rp5,19 triliun atau kurang dari 1 persen. “Dengan dukungan anggaran yang minim, jangan berharap UMKM bisa bergerak cepat hanya mengandalkan APBD,” ujarnya.

Dorong Kerja Sama Pengelolaan Fasilitas Olahraga

Menjawab tantangan ini, Mendagri mendorong pemerintah daerah memanfaatkan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendagri, Kemenpora, dan Kementerian UMKM terkait sinergi pengelolaan sarana olahraga. Ia menilai kerja sama pengelolaan secara profesional akan meringankan beban keuangan daerah sekaligus menghidupkan aktivitas masyarakat.

“Stadion bisa hidup, beban APBD berkurang, PAD bisa bertambah, dan yang tidak kalah penting adalah tanggung jawab moral memajukan kesehatan serta prestasi olahraga masyarakat,” ujar Tito.

Ekosistem Olahraga sebagai Penggerak Ekonomi

Mendagri menegaskan bahwa ekosistem olahraga yang tertata dari tingkat desa hingga provinsi merupakan fondasi utama dalam mencetak atlet nasional. Fasilitas olahraga yang aktif juga memberikan dampak ekonomi melalui geliat UMKM, hiburan masyarakat, hingga aktivitas seni dan budaya. “Ketika fasilitas olahraga hidup, ia menjadi ruang hiburan dan pusat ekonomi yang menggerakkan UMKM—mulai dari kuliner, musik, seni, dan sentra ekonomi kreatif lainnya,” tutup Mendagri.

Penulis : Julius Giawa

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Puspen Kemendagri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB