Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Ekosistem Pariwisata Demi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang // krimsusnewstv.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa penguatan sinergi dalam ekosistem industri pariwisata menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) yang digelar di Syailendra Fifth Avenue, Semarang, Minggu (7/12/2025).

Dalam paparannya, Bima menjelaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak bisa dilepaskan dari dua aspek penting: push factor (faktor pendorong) dan pull factor (faktor penarik). Pada faktor pendorong, Indonesia kini berada pada momentum menuju Indonesia Emas 2045. Sejumlah lembaga kredibel, kata dia, memprediksi Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara berpendapatan terbesar di dunia dalam dua dekade mendatang—syaratnya, mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). “Syaratnya, Bapak-Ibu sekalian, kita harus punya double digit economic growth,” tegas Bima.

Ia mendorong PUTRI untuk mengambil peran lebih besar dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah. Meski otonomi daerah telah berjalan hampir 30 tahun, kapasitas fiskal banyak daerah dinilai masih terbatas. Di titik inilah, menurut Bima, industri pariwisata memiliki peluang strategis untuk menjadi motor pendukung ekonomi daerah. “Kita punya target tinggi, tapi kapasitas fiskal di daerah rendah. Di situlah konteks tourism industry berperan,” jelasnya.

Bima juga menyoroti kekayaan diferensiasi wisata Indonesia yang menghadirkan keunikan di setiap daerah. Meski teknologi nasional belum menjadi nilai unggulan, kekuatan pariwisata dianggap tetap sangat besar. Karena itu, ia menekankan pentingnya kepekaan kepala daerah dalam membuka ruang kolaborasi dan memperkuat jejaring antarpelaku industri.

Di sisi lain, pada pull factor, Bima melihat adanya perubahan pola kebutuhan masyarakat, khususnya generasi Z, yang semakin membutuhkan ruang “healing” dan rekreasi. Industri yang menawarkan pengalaman menyegarkan kini makin diminati, membuka peluang besar bagi pelaku pariwisata. “Banyak destinasi yang bagus, tapi effort untuk sampai ke sana masih besar—jalan sulit, penerbangan jarang, sering telat, dan hospitality masih jauh dari ideal,” ujarnya.

Wamendagri berharap Rakernas PUTRI menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata melalui peningkatan konektivitas dan sinergi antarpelaku. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak—mulai dari pakar pemasaran, ahli algoritma media sosial, akademisi, hingga komunitas lokal—sangat dibutuhkan untuk membangun fondasi yang lebih kuat. “Tugas kita adalah men-support teman-teman agar ekosistem itu dibangun dengan baik,” tandasnya.

Penulis : Julius Giawa

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Puspen Kemendagri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB