Keluhan Warga Alasa Soal Pelayanan RSUD Thomsen, Bayi Pasien BPJS Meninggal Dunia Usai Persalinan

- Penulis

Minggu, 18 Januari 2026 - 01:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias Utara // krimsusnewstv.id – Dugaan lemahnya pelayanan kesehatan kembali menjadi sorotan publik di kota gunungsitoli Kabupaten Nias. Seorang warga Desa Alasa bernama Dius menyampaikan keluhan serius terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Thomsen, menyusul meninggalnya bayi yang dilahirkan istrinya pada awal Januari 2026. Minggu 18/01/2026

Kepada wartawan, Dius menuturkan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis dini hari, 8 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, istrinya yang tengah hamil dalam kondisi kurang bulan dilarikan ke RSUD Thomsen untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sejak pertama tiba di rumah sakit, keluarga menilai alur penanganan pasien tidak berjalan efektif. Istri Dius sempat diarahkan ke ruang bersalin, kemudian dipindahkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), sebelum akhirnya kembali lagi ke ruang bersalin dengan menggunakan ambulans, meskipun masih berada dalam satu kawasan rumah sakit.

“Perpindahan itu terjadi beberapa kali dan terekam CCTV. Kejadiannya sekitar jam tiga pagi. Kami sebagai keluarga bingung, kenapa pasien harus bolak-balik, padahal masih dalam satu area rumah sakit,” ujar Dius.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan kurangnya kesiapsiagaan dan koordinasi penanganan pasien darurat, terlebih terhadap ibu hamil dengan risiko tinggi. Selain alur yang dinilai berbelit, ia juga menyoroti respons tenaga medis yang dianggap lambat dan kurang sigap.

“Yang kami rasakan, penanganannya seperti menunggu kondisi pasien benar-benar parah dulu. Padahal ini keadaan darurat. Rumah sakit seharusnya bertindak cepat, bukan menunggu,” katanya.

Tragedi pun tak terhindarkan. Setelah dilakukan tindakan operasi persalinan pada pagi harinya, bayi yang dilahirkan istrinya dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga sekaligus memunculkan tanda tanya besar terkait kualitas pelayanan kesehatan yang diterima.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Tinjau Tukka: Pastikan Bantuan dan Akses Warga Terdampak Terpenuhi

Dius mengakui bahwa pihak rumah sakit menyampaikan secara lisan bahwa prosedur medis telah dijalankan sesuai standar operasional. Namun sebagai keluarga pasien, ia mengaku tidak memiliki cukup akses untuk memastikan langsung proses penanganan yang dilakukan, mengingat adanya pembatasan kunjungan serta minimnya keterlibatan keluarga dalam proses perawatan.

“Kami hanya menerima penjelasan lisan. Tidak bisa melihat langsung bagaimana penanganannya. Jadi kami tidak tahu apakah semuanya sudah dilakukan secara maksimal atau ada yang terlewat,” jelasnya.

Terkait penyebab meninggalnya bayi, Dius menyebut pihak rumah sakit telah memberikan penjelasan medis. Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menghapus rasa kecewa keluarga, terutama terhadap respons awal dan kecepatan penanganan sejak pasien pertama kali tiba di rumah sakit.

Sebagai warga sekaligus peserta BPJS Kesehatan, Dius berharap kejadian ini menjadi evaluasi serius bagi manajemen RSUD Thomsen dan Pemerintah Kabupaten Nias Utara.

“Harapan kami cuma satu, pelayanan harus dibenahi. Mau pasien umum atau BPJS, kalau sudah darurat jangan ditunda. Jangan tunggu kritis dulu baru ditangani. Tidak ada keluarga yang ingin kejadian seperti ini terulang,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen RSUD Thomsen belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi krimsusnewstv.id masih berupaya menghubungi pihak rumah sakit serta Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara untuk memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi, demi memastikan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan transparan.

Penulis : Arvil laoli

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB