Aktivitas Bongkar Muat Diduga Ilegal di Pelabuhan Tikus Sekupang, Aparat Terkesan Tutup Mata

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam // Krimsusnewstv.id Aktivitas bongkar muat barang di sebuah pelabuhan tidak resmi atau yang kerap disebut pelabuhan tikus di wilayah Sekupang, Batam, kembali menuai sorotan tajam. Pelabuhan yang disebut-sebut milik seorang warga bernama Ali, yang berada di pinggiran laut kawasan Sekupang, diduga kuat telah lama digunakan untuk aktivitas bongkar muat barang secara ilegal dan disinyalir menghindari pengawasan Bea dan Cukai.

Pantauan Tim Media Krimsus News TV, Rabu dini hari, 31 Desember 2025 sekitar pukul 02.00 WIB, mendapati adanya aktivitas bongkar muat barang dari laut ke darat secara terang-terangan melalui jalur gorong-gorong di tepi pantai. Ironisnya, aktivitas tersebut berlangsung tanpa terlihat adanya pemeriksaan dokumen kepabeanan maupun pengawasan resmi dari aparat berwenang.

Barang-barang yang dibongkar dari sebuah speed boat kayu ke daratan pelabuhan gorong-gorong tersebut diduga merupakan barang bernilai tinggi. Jenis barang yang terpantau berupa valve dan alat berat jenis pipa palive/crane, dengan estimasi nilai mencapai sekitar Rp200 juta. Barang-barang tersebut diangkat menggunakan lori crane dan langsung dimuat ke kendaraan truk yang telah bersiaga di lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah pekerja terlihat terburu-buru memindahkan barang dari kapal ke kendaraan darat. Saat dikonfirmasi, salah seorang pekerja menyebutkan bahwa mereka hanya bertugas memindahkan barang.

“Pemilik barang maupun nahkoda kapal sudah keluar. Kami hanya memindahkan barang dari speed boat ke lori untuk dibawa keluar,” ujarnya singkat.

Aktivitas bongkar muat diduga ilegal ini disinyalir telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, belum tampak adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran, bahkan tidak menutup kemungkinan keterlibatan oknum tertentu.

Baca Juga:  KRIMSUS DIMINTA TINDAK TEGAS AKTIVITAS TAMBANG PASIR ILEGAL DI PANGLONG BATAM

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan aktivitas bongkar muat yang terkesan dibiarkan begitu saja.

“Kalau ini memang ilegal, kenapa bisa berjalan terus? Seolah-olah tidak ada penegakan hukum. Aparat seperti tutup mata,” ungkapnya.

Warga tersebut juga mengaku mendengar isu adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tersebut.

“Kalau benar ada oknum yang terlibat, ini sangat disayangkan. Negara jelas dirugikan dari sisi pajak dan bea masuk,” tambahnya.

Selain itu, tim media juga melihat sebuah mobil pikap berlogo MBG keluar-masuk kawasan pelabuhan tersebut membawa barang yang diduga bukan milik instansi terkait. Dugaan penyalahgunaan kendaraan operasional untuk mengangkut barang ilegal pun mencuat, menambah panjang daftar kejanggalan di lokasi tersebut.

Lebih mencurigakan lagi, di sekitar area pelabuhan tikus tersebut terlihat beberapa orang yang diduga aparat berada di lokasi, baik berdiri maupun duduk santai, seolah mengawasi aktivitas bongkar muat yang berlangsung. Pemandangan ini semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran sistematis.

Masyarakat berharap pihak KSOP, Bea dan Cukai, serta Kepolisian segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas di pelabuhan tikus Sekupang tersebut. Penindakan tegas dinilai penting agar praktik bongkar muat ilegal yang merugikan negara tidak terus berulang dan menimbulkan preseden buruk bagi penegakan hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait belum memberikan keterangan resmi. Media ini masih membuka ruang klarifikasi bagi instansi maupun pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai prinsip keberimbangan.

Penulis : Tumpak tambunan

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB