AMPERA Desak Audit Mendalam Proyek Kesehatan dan Jalan Nasional di Kepulauan Nias

- Penulis

Minggu, 18 Januari 2026 - 02:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias // krimsusnewstv.id – Aliansi Massa Pergerakan Rakyat Nias (AMPERA) menggelar aksi demonstrasi terorganisir di dua titik strategis, yakni RSUD dr. M. Thomsen Nias dan Kantor Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5, Kamis (15/01/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk tekanan publik terhadap dugaan lemahnya tata kelola anggaran di sektor pelayanan kesehatan dan pemeliharaan jalan nasional di wilayah Kepulauan Nias. Minggu, 18/01/2026

Dalam aksinya di RSUD dr. M. Thomsen, AMPERA menyoroti proyek renovasi ruang kamar operasi untuk layanan Cathlab yang bersumber dari APBD Kabupaten Nias dengan nilai hampir Rp1 miliar. Proyek tersebut dinilai bermasalah karena hingga kini belum rampung, meskipun telah melewati jadwal penyelesaian yang ditetapkan.

Tak hanya itu, pengelolaan anggaran RSUD dr. M. Thomsen tahun 2025 yang mencapai lebih dari Rp82 miliar turut menjadi sorotan. Anggaran tersebut mencakup berbagai pos strategis, mulai dari jasa pelayanan kesehatan, pengadaan obat-obatan, hingga pemeliharaan fasilitas rumah sakit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Jenderal AMPERA, Yason Yonata Gea, S.Pd., menegaskan bahwa RSUD dr. M. Thomsen merupakan simbol kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat.

“Ketika proyek kesehatan bermasalah, yang dipertaruhkan bukan hanya uang negara, tetapi keselamatan dan nyawa rakyat. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan kegagalan dalam pengelolaan anggaran publik,” tegasnya.

Sementara itu, di Kantor PPK 3.5 Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Sumatera Utara, AMPERA mengkritisi pola pemeliharaan jalan nasional yang dinilai tidak menyelesaikan persoalan mendasar. Kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan dianggap menunjukkan tidak efektifnya penggunaan anggaran yang dialokasikan setiap tahun.

Baca Juga:  Pelatihan Jabatan Fungsional Penyidik BNN Ahli Madya Tahun 2025 Resmi Dibuka, 37 Penyidik Siap Tingkatkan Profesionalisme

AMPERA juga mengungkap dugaan adanya pola kerja berulang yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, mengingat satu perusahaan, PT Karunia Sejahtera Sejati, disebut telah menangani pekerjaan pemeliharaan jalan secara berturut-turut sejak 2017 hingga 2025. Selain itu, lokasi kantor PPK 3.5 yang dinilai sulit diakses publik serta dugaan minimnya aktivitas pegawai turut disoroti karena dinilai melemahkan fungsi pengawasan.

Koordinator AMPERA, Agri Handayan Zebua (Bung Mikoz), menyatakan bahwa kerusakan jalan nasional mencerminkan lemahnya perencanaan dan pengawasan.

“Jalan nasional yang rusak memperlihatkan negara hadir secara simbolik, tetapi belum sepenuhnya hadir secara substansial bagi rakyat,” ujarnya.

Atas dasar tersebut, AMPERA secara tegas mendesak Bupati Nias, Inspektorat, serta aparat penegak hukum untuk melakukan audit investigatif terhadap proyek Cathlab RSUD dr. M. Thomsen dan seluruh paket pekerjaan jalan nasional di bawah tanggung jawab PPK 3.5. Mereka juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pejabat terkait serta pembukaan dokumen proyek agar dapat diawasi secara transparan oleh publik.

Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. AMPERA menegaskan bahwa aksi ini bukanlah titik akhir, melainkan awal konsolidasi masyarakat sipil untuk memperjuangkan keadilan anggaran, akuntabilitas kekuasaan, dan pembangunan yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat Kepulauan Nias.

Penulis : Tim/red

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru