Bupati Labura Dinilai Abai, Absen Saat Eksekusi Padang Halaban Tuai Kecaman

- Penulis

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu Utara // krimsusnewstv.id — Ketidakbijakan Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, S.E., M.M., kembali menuai sorotan tajam publik. Dalam peristiwa eksekusi lahan dan rumah warga di Padang Halaban, Bupati Labura justru tidak hadir langsung di lapangan, meski konflik agraria tersebut telah menimbulkan penderitaan mendalam, trauma, hingga dugaan kekerasan terhadap rakyatnya sendiri. 01/02/2026

Di tengah situasi genting yang menyangkut hak atas tanah, ruang hidup, dan keselamatan warga, absennya kepala daerah dinilai sebagai bentuk pengabaian tanggung jawab moral dan politik. Padahal, dalam konflik agraria yang rawan gesekan dan kekerasan, kehadiran langsung seorang bupati bukan sekadar formalitas, melainkan simbol keberpihakan negara kepada rakyat.

Alih-alih turun langsung, Bupati Labura memilih mewakilkan kehadiran kepada Wakil Bupati, Dr. H. Samsul Tanjung, ST., MH. Namun langkah tersebut dinilai tidak menyelesaikan persoalan substansial. Publik menilai, mewakilkan kehadiran dalam konflik kemanusiaan bukanlah solusi, melainkan indikasi kuat penghindaran tanggung jawab oleh pemimpin tertinggi daerah.

Ketika rumah-rumah warga dieksekusi dan masyarakat berhadapan langsung dengan aparat bersenjata, yang semestinya berdiri di garis terdepan adalah kepala daerah sebagai pelindung rakyatnya. Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya: Bupati Labura absen, sementara warga menghadapi tekanan, intimidasi, dan rasa takut tanpa perlindungan nyata dari pemimpinnya sendiri.

Situasi ini mempertegas kegagalan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam menjalankan fungsi utama pemerintahan, yakni melindungi rakyat dan menjamin keadilan sosial. Ketidakbijakan ini sekaligus memperkuat kesan bahwa Pemkab Labura lebih memilih aman secara politik ketimbang berpihak pada penderitaan rakyat.

Diam dan absennya Bupati dalam tragedi Padang Halaban bukanlah sikap netral. Publik menilai, hal tersebut merupakan bentuk pembiaran terhadap ketidakadilan dan kekerasan struktural yang menimpa warga. Peristiwa ini menjadi catatan kelam dan pengingat bahwa kekuasaan tanpa keberpihakan kepada rakyat hanyalah simbol kosong yang kehilangan legitimasi moral.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru