Nias Barat // krimsusnewstv.id — Bencana longsor di wilayah Tapanuli Utara dan banjir besar yang melanda Kota Sibolga akibat cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang, tidak hanya merusak infrastruktur setempat, tetapi juga menimbulkan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat Nias Barat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Barat, Sihama Gulo, S.Pd, saat ditemui wartawan krimsusnewstv.id di ruang kerjanya baru-baru ini menjelaskan, situasi di Nias Barat sendiri relatif terkendali dengan hanya dua titik longsor akibat curah hujan tinggi. “Di wilayah Nias Barat tidak ada yang luar biasa, hanya dua lokasi yang terdampak dan sudah ditangani dengan cepat,” ujar Sihama Gulo.
Dua lokasi yang dimaksud ialah :
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Dusun Baho, Desa Lolozirugi — Jalur penghubung antara Desa Sihareo menuju Desa Lolomboli, Kecamatan Mandrehe Utara, sempat tertutup material longsor. Berkat gerak cepat masyarakat, jembatan darurat berhasil dibangun sehingga akses kembali normal dan kini dapat dilalui kendaraan.
2. Jalan Soekarno Hatta, Desa Simaeasi, Kecamatan Mandrehe — Longsor juga terjadi di bahu jalan. Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan langkah tanggap darurat. Saat ini, bahu jalan telah diperkuat dengan tumpukan batang kelapa untuk proses pemancangan serta penahan longsor.

Dampak Ekonomi Mulai Terasa di Nias Barat
Meski kondisi lokal dapat diatasi dengan cepat, Sihama Gulo menegaskan bahwa dampak utama dirasakan dari bencana di Tapanuli Utara dan Sibolga, yang merupakan jalur vital distribusi logistik menuju Kepulauan Nias.
“Kerusakan infrastruktur di Tapanuli Utara dan banjir di Sibolga sangat berpengaruh terhadap arus transportasi bahan pokok ke Nias Barat, termasuk gas elpiji, telur, cabai, sayur-sayuran hingga ayam potong. Harga-harga mulai melambung,” jelasnya.
Pemberitaan di berbagai stasiun televisi turut memperlihatkan kerusakan parah ruas jalan, akses yang terputus, hingga terhentinya distribusi sembako, yang langsung berdampak pada stabilitas kebutuhan harian masyarakat Nias Barat.
Usulan Penetapan Status Dampak Bencana
Melihat kondisi ini, Kepala BPBD Nias Barat berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian serius. “Kami berharap kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara agar Nias Barat ditetapkan sebagai daerah yang terdampak akibat longsor dan banjir di Sibolga, sehingga langkah-langkah penanganan serta dukungan logistik dapat lebih cepat dilakukan,” tutup Sihama Gulo.
Penulis : Yas Gulö
Editor : Redaksi













