Dampak Bencana Longsor dan Banjir di Tapanuli Utara–Sibolga, Perekonomian Nias Barat Ikut Tertekan

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias Barat // krimsusnewstv.id — Bencana longsor di wilayah Tapanuli Utara dan banjir besar yang melanda Kota Sibolga akibat cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang, tidak hanya merusak infrastruktur setempat, tetapi juga menimbulkan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat Nias Barat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Barat, Sihama Gulo, S.Pd, saat ditemui wartawan krimsusnewstv.id di ruang kerjanya baru-baru ini menjelaskan, situasi di Nias Barat sendiri relatif terkendali dengan hanya dua titik longsor akibat curah hujan tinggi. “Di wilayah Nias Barat tidak ada yang luar biasa, hanya dua lokasi yang terdampak dan sudah ditangani dengan cepat,” ujar Sihama Gulo.

Dua lokasi yang dimaksud ialah :

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Dusun Baho, Desa Lolozirugi — Jalur penghubung antara Desa Sihareo menuju Desa Lolomboli, Kecamatan Mandrehe Utara, sempat tertutup material longsor. Berkat gerak cepat masyarakat, jembatan darurat berhasil dibangun sehingga akses kembali normal dan kini dapat dilalui kendaraan.

2. Jalan Soekarno Hatta, Desa Simaeasi, Kecamatan Mandrehe — Longsor juga terjadi di bahu jalan. Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan langkah tanggap darurat. Saat ini, bahu jalan telah diperkuat dengan tumpukan batang kelapa untuk proses pemancangan serta penahan longsor.

Baca Juga:  Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Batubara Apresiasi Masukan dari Pimpinan Redaksi Krimsus News TV

Dampak Ekonomi Mulai Terasa di Nias Barat

Meski kondisi lokal dapat diatasi dengan cepat, Sihama Gulo menegaskan bahwa dampak utama dirasakan dari bencana di Tapanuli Utara dan Sibolga, yang merupakan jalur vital distribusi logistik menuju Kepulauan Nias.

“Kerusakan infrastruktur di Tapanuli Utara dan banjir di Sibolga sangat berpengaruh terhadap arus transportasi bahan pokok ke Nias Barat, termasuk gas elpiji, telur, cabai, sayur-sayuran hingga ayam potong. Harga-harga mulai melambung,” jelasnya.

Pemberitaan di berbagai stasiun televisi turut memperlihatkan kerusakan parah ruas jalan, akses yang terputus, hingga terhentinya distribusi sembako, yang langsung berdampak pada stabilitas kebutuhan harian masyarakat Nias Barat.

Usulan Penetapan Status Dampak Bencana

Melihat kondisi ini, Kepala BPBD Nias Barat berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian serius. “Kami berharap kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara agar Nias Barat ditetapkan sebagai daerah yang terdampak akibat longsor dan banjir di Sibolga, sehingga langkah-langkah penanganan serta dukungan logistik dapat lebih cepat dilakukan,” tutup Sihama Gulo.

Penulis : Yas Gulö

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB