Diduga PHK Sepihak Tanpa Prosedur, Kuasa Hukum Relawan Dapur MBG Gunungsitoli, Layangkan Somasi.

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli // krimsusnewstv.id – Dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak kembali mencuat dan berpotensi mencoreng pelaksanaan program sosial pemerintah. Kali ini, sorotan tertuju pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Gunungsitoli yang diduga memberhentikan seorang relawan tanpa prosedur hukum yang jelas. Selasa (9/02/2026).

Relawan bernama Henrika Nurhayati Giawa melalui kuasa hukumnya Adv. Itoloni Gulo, SH, Adv. Fasaaro Zalukhu, SH, Adv. Agustinus Buulolo, SH., MH, Adv. Paulus Peringatan Gulo, SH., MH. Advokat & Konsultan Hukum dari PS & Partner Law Firm secara resmi melayangkan somasi kepada pihak pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam somasi tersebut, pihak kuasa hukum menilai tindakan pemberhentian klien mereka tidak hanya melanggar perjanjian kerja, tetapi juga diduga bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan serta petunjuk teknis program nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PHK Diduga Dipicu Karena Mempertanyakan Hak Gaji

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, Henrika diketahui telah bekerja sebagai relawan pada Divisi Pencucian Alat sejak Oktober 2025. Selama menjalankan tugas, ia disebut bekerja sesuai prosedur dan tidak pernah menerima teguran maupun sanksi disiplin.

Namun situasi berubah pada 7 Februari 2026, ketika klien disebut diberhentikan secara lisan oleh Kepala SPPG, Ferdinand Laoili, SP, tanpa disertai surat keputusan resmi maupun proses klarifikasi. Bahkan, pemberhentian tersebut disebut disampaikan secara sepihak dengan meminta klien mencari pekerjaan lain.

Kuasa hukum menilai, pemberhentian tersebut diduga berkaitan dengan sikap klien yang mempertanyakan pembayaran gaji yang belum diselesaikan sejak akhir Desember 2025.

Jika dugaan tersebut terbukti, tindakan tersebut berpotensi menjadi bentuk tekanan terhadap pekerja yang menuntut hak normatifnya.

Dugaan Pelanggaran Regulasi Ketenagakerjaan

Pihak kuasa hukum menilai, tindakan pengelola SPPG tidak hanya melanggar perjanjian kerja, tetapi juga berpotensi bertentangan dengan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Cipta Kerja, serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Pemutusan Hubungan Kerja.

Baca Juga:  Bupati Batu Bara Sambut Hangat Kajari Baru Fransisco Tarigan, Sinergi Pemda–Adhyaksa Diperkuat

Selain itu, kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa relawan dalam program MBG tidak dapat diberhentikan secara sepihak tanpa melalui tahapan peringatan dan tanpa adanya pelanggaran berat.

Dalam petunjuk teknis program MBG, relawan hanya dapat diberhentikan apabila terbukti melanggar standar operasional dapur, kode etik relawan, atau melakukan tindakan yang membahayakan keamanan pangan. Hingga somasi dilayangkan, pihak kuasa hukum menyebut tidak terdapat bukti pelanggaran yang dilakukan kliennya.

Ironi Program Sosial Pemerintah

Kasus ini dinilai menjadi ironi di tengah upaya pemerintah memperkuat program MBG sebagai solusi pemenuhan gizi masyarakat. Program yang dirancang sebagai bentuk kepedulian sosial justru berpotensi tercoreng akibat dugaan praktik ketenagakerjaan yang tidak transparan.

Sejumlah pengamat menilai, apabila pengelolaan relawan tidak dilakukan secara profesional dan berkeadilan, maka kepercayaan publik terhadap program strategis nasional dapat mengalami penurunan.

Ultimatum Somasi

Dalam somasi yang dilayangkan, kuasa hukum memberikan tenggat waktu 3 x 24 jam kepada pihak SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Gunungsitoli untuk mempekerjakan kembali klien mereka serta menyelesaikan hak-hak yang belum dipenuhi.

Disisi lain, selain melayangkan surat somasi kepengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). pihak kuasa hukum juga telah melayangkan surat Pengaduan atas Pemecatan Relawan tersebut kepada Badan Gizi Nasional sebagai perumus kebijakan serta pengawasan atas program MBG.

Apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan, pihak kuasa hukum menegaskan akan menempuh jalur hukum, baik melalui gugatan perdata maupun pelaporan pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

Menunggu Klarifikasi Pihak Pengelola

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Gunungsitoli belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan PHK sepihak tersebut.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena dinilai tidak sekadar konflik ketenagakerjaan, melainkan juga menyangkut perlindungan relawan dalam program sosial pemerintah. Jika tidak diselesaikan secara transparan dan berkeadilan, persoalan ini berpotensi menjadi preseden buruk dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peredaran Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Kosmetik di Penjaringan Terbongkar, Ribuan Butir Obat Disita Petugas
Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:00 WIB

Diduga PHK Sepihak Tanpa Prosedur, Kuasa Hukum Relawan Dapur MBG Gunungsitoli, Layangkan Somasi.

Selasa, 10 Februari 2026 - 01:10 WIB

Peredaran Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Kosmetik di Penjaringan Terbongkar, Ribuan Butir Obat Disita Petugas

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB