DPC GMNI Gunungsitoli–Nias Tegas Menolak Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto

- Penulis

Kamis, 13 November 2025 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli // krimsusnewstv.id – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Gunungsitoli – Nias secara tegas menyatakan penolakan terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto. Mereka menilai, kebijakan dan praktik kekuasaan pada masa pemerintahan Orde Baru justru mencederai nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi negara.

“Kebijakan pemerintahan Soeharto telah banyak menyimpang dari semangat Pancasila. Pancasila dijadikan alat legitimasi politik, bukan pedoman moral dan ideologi yang membebaskan,” tegas Bung Natal, Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPC GMNI Gunungsitoli–Nias, dalam keterangan persnya, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, penyalahgunaan Pancasila sebagai asas tunggal bagi seluruh organisasi sosial politik pada masa itu merupakan bentuk manipulasi ideologis. “Pancasila dijadikan tameng untuk menjustifikasi kekuasaan yang sentralistik dan cenderung diktator,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Bung Natal menyoroti maraknya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang justru mengakar kuat di masa Orde Baru. Hal itu, katanya, merupakan pengkhianatan terhadap sila kelima Pancasila yang menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga:  Diduga Ada Upaya Penganiayaan dan Percobaan Pembunuhan, Keluarga Korban Desak Polres Tanjungbalai Lakukan Penahanan

“Selain itu, banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi, seperti peristiwa Tanjung Priuk, Tragedi Trisakti, hingga Peristiwa Semanggi. Rezim saat itu membatasi kebebasan pers dan membungkam suara kritis mahasiswa. Ini jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” lanjutnya.

GMNI Gunungsitoli–Nias juga menilai bahwa selama 32 tahun kekuasaan Soeharto, pemerintahan bersifat otoriter dan tidak mencerminkan prinsip kedaulatan rakyat. Sentralisasi kekuasaan yang berlebihan dinilai mengabaikan sila keempat Pancasila yang menegaskan musyawarah dan perwakilan dalam mengambil keputusan politik.

Dengan demikian, DPC GMNI Gunungsitoli–Nias menyerukan kepada pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk meninjau kembali rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto.

“Mengangkat Soeharto sebagai pahlawan nasional berarti mengaburkan sejarah penderitaan rakyat di era Orde Baru. GMNI menolak segala bentuk glorifikasi terhadap figur yang justru melukai nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial,” pungkas Bung Natal.

Penulis : Samuel Harefa

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru