DPC PELITA PRABU Soroti Isu Rekomendasi Impor Babi, Dinas Tegaskan Belum Ada Izin Resmi

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli // krimsusnewstv.id 19 Februari 2026 — Dinamika soal rencana penerbitan rekomendasi pemasokan ternak babi dari luar daerah ke Kepulauan Nias kian memanas. Isu yang ramai diperbincangkan masyarakat dan viral di media sosial itu mendorong Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PELITA PRABU Kota Gunungsitoli melakukan audiensi resmi ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Gunungsitoli, Rabu (18/2).

Audiensi tersebut menjadi ruang klarifikasi atas kekhawatiran publik terkait kabar bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli akan membuka kembali rekomendasi bagi pengusaha untuk mendatangkan ternak babi dari luar wilayah Kepulauan Nias.

Kekhawatiran ancaman bagi peternak lokal, tidak sedikit masyarakat, khususnya peternak lokal, menilai jika rekomendasi tersebut benar diterbitkan, maka hal itu berpotensi menjadi ancaman serius. Kekhawatiran utama adalah risiko masuknya virus atau penyakit ternak dari luar daerah yang dapat menyebar dan menyerang populasi babi lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPC Pelita Prabu Kota Gunungsitoli, Happy A. Zalukhu, dalam pernyataannya menegaskan pentingnya kehati-hatian pemerintah sebelum mengambil kebijakan strategis tersebut.

“Perlu ada peninjauan dan pertimbangan matang. Jika rekomendasi pemasukan babi dari luar daerah dibuka, maka potensi penyebaran virus atau penyakit akan semakin besar. Ini bisa merugikan peternak lokal di Pulau Nias, khususnya di Kota Gunungsitoli,” tegas Happy.

Ia juga menyoroti kondisi peternak lokal yang saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi. Harga pakan ternak yang terus meningkat tidak sebanding dengan harga jual babi yang relatif rendah di pasaran. Dalam kondisi seperti ini, menurutnya, kebijakan yang berpotensi membuka keran pemasukan ternak dari luar justru dapat memperparah keadaan.

Baca Juga:  Pemko Gunungsitoli Terima Penghargaan UHC, Bukti Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan Warga

“Lebih elegan jika pemerintah memberdayakan peternak lokal melalui bantuan ternak maupun dukungan pakan, bukan membuka peluang bagi ternak dari luar daerah,” tambahnya.

Klarifikasi dinas : belum ada rekomendasi terbit, menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Gunungsitoli, Darmawan Zagoto, memberikan klarifikasi tegas.

Ia membenarkan bahwa beberapa hari sebelumnya pihaknya memang menerima dan melakukan pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha terkait rencana sosialisasi penerbitan rekomendasi. Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota Gunungsitoli belum mengeluarkan surat rekomendasi pemasokan babi dari luar daerah.

“Saya pastikan Pemerintah Kota Gunungsitoli belum mengeluarkan rekomendasi pemasokan babi dari luar. Yang kita lakukan adalah sosialisasi bahwa rekomendasi tersebut belum terbit. Jika ada babi yang masuk, maka itu ilegal,” ungkap Darmawan.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa belum ada kebijakan resmi yang memperbolehkan pemasukan ternak babi dari luar wilayah ke Kota Gunungsitoli.

Transparansi dan pengawasan jadi kunci, audiensi tersebut diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya para peternak lokal. Di tengah sensitifnya isu kesehatan hewan dan stabilitas ekonomi peternak, transparansi kebijakan dan pengawasan ketat menjadi hal yang mutlak diperlukan.

Masyarakat kini menanti konsistensi Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam menjaga kepentingan peternak lokal sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas di kemudian hari.

Penulis : Samuel Harefa

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gawat.!!! Toko Berkedok Kosmetik di Cengkareng Diduga Edarkan Obat Keras Golongan G Tanpa Resep
TEGAS!!! DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumut : Kajati Tidak Pernah Intervensi Proses Akademik
Suarakan Aspirasi Petani Padang Halaban, Ketua DPC GMNI Labuhanbatu Hadiri RDP di Komisi XIII DPR RI
Penemuan Mayat AIS di KTV Rantauprapat Dinilai Penuh Kejanggalan, Aktivis Perempuan Desak Ekshumasi
PENEMUAN MAYAT AKTIVIS DI KTV LABUHANBATU, BANYAK KEJANGGALAN — DUGAAN KUAT DIBUNUH
Paulus Peringatan Gulo, SH., MH. Terima Mandat Pimpinan DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara
Peredaran Miras Ilegal di Jl. Raya Cipondoh Kian Meresahkan, Warga Desak APH Bertindak Tegas
Program Makanan Bergizi Gratis di SDN 010 Sibiruang Disorot, Kepsek Mengaku Belum Terima Penyaluran
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:32 WIB

DPC PELITA PRABU Soroti Isu Rekomendasi Impor Babi, Dinas Tegaskan Belum Ada Izin Resmi

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:45 WIB

Gawat.!!! Toko Berkedok Kosmetik di Cengkareng Diduga Edarkan Obat Keras Golongan G Tanpa Resep

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:42 WIB

TEGAS!!! DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumut : Kajati Tidak Pernah Intervensi Proses Akademik

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:37 WIB

Suarakan Aspirasi Petani Padang Halaban, Ketua DPC GMNI Labuhanbatu Hadiri RDP di Komisi XIII DPR RI

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:28 WIB

Penemuan Mayat AIS di KTV Rantauprapat Dinilai Penuh Kejanggalan, Aktivis Perempuan Desak Ekshumasi

Berita Terbaru