Asahan // krimsusnewstv.id – 21 November 2025 — Tim gabungan jurnalis media krimsusnewstv.id melakukan pemantauan langsung di lokasi tambang batu yang diduga ilegal di Desa Suka Makmur, Simpang Maimbot, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan. Pemantauan ini dilakukan setelah tim menerima informasi dari warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan.
Dalam investigasi tersebut, tim menemukan dua titik aktivitas tambang batu yang diduga kuat beroperasi tanpa izin resmi. Berdasarkan keterangan warga sekitar, titik pertama disebut-sebut terkait dengan seorang oknum berinisial J, sementara titik kedua diduga dimiliki oleh oknum bermarga Dolok Saribu yang disebut mendapat “bekingan” dari salah satu petinggi partai di Kabupaten Asahan.
Pekerja Tidak Gunakan Alat Keselamatan, Risiko Tinggi Ancaman Jiwa
Pantauan di lapangan memperlihatkan para pekerja tidak menggunakan alat pelindung keselamatan seperti helm, kacamata, sepatu kerja, maupun sarung tangan. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan dapat membahayakan keselamatan para penambang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, aktivitas tambang batu tanpa standar operasional dan tanpa pengawasan resmi dapat mengancam lingkungan sekitar. Penambangan liar berpotensi menyebabkan longsor, kerusakan ekosistem, serta menimbulkan pendangkalan aliran sungai di sekitar lokasi.
Pimpinan Media Krimsus News Tv Minta Kapolres Asahan Bertindak Tegas
Pimpinan Media Krimsus Polri News mendesak Kapolres Asahan untuk segera menindak tegas aktivitas tambang batu yang diduga ilegal tersebut. “Kami meminta kepada Bapak Kapolres Asahan agar menutup operasi tambang yang tidak memiliki izin dan menangkap para pelaku. Aktivitas ini merugikan negara serta membahayakan masyarakat,” ujar pimpinan media.
Tegasnya, tambang ilegal hanya menguntungkan pihak tertentu sementara merugikan negara dan masyarakat luas. Desakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta penindakan keras terhadap seluruh bentuk pertambangan ilegal di Indonesia.
Pengusaha Diduga Kebal Hukum, Tak Merespons Konfirmasi
Saat tim mencoba melakukan konfirmasi kepada salah satu pengusaha yang disebut terkait dengan operasi tambang tersebut, tidak ada respons. Diduga yang bersangkutan merasa aman karena mendapat dukungan dari oknum petinggi partai di Kabupaten Asahan.
Tim jurnalis pun meminta Kapolres Asahan dan Kejaksaan Agung agar mengambil langkah tegas tanpa pandang bulu, termasuk menindak siapa pun yang turut membekingi aktivitas ilegal tersebut. “Hukum harus ditegakkan tanpa melihat siapa yang berada di belakang mereka,” tegas tim investigasi.
Investigasi ini akan terus dikembangkan oleh tim gabungan Jurnalis Media Krimsus News TV.
Penulis : Mariana sari br sinurat
Editor : Redaksi













