KAPOLRI LEPAS 140 PERSONEL FPU 7 UNTUK MISI PERDAMAIAN PBB DI REPUBLIK AFRIKA TENGAH

- Penulis

Jumat, 26 September 2025 - 02:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"ads_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"9012a0f5ebf04b0d8a876e9bca7369aa","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Jakarta // krimsusnewstv.id kamis, 25 September 2025 – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin langsung upacara pelepasan Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 Minusca di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/9). Sebanyak 140 personel Polri diberangkatkan untuk menjalankan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah. Mereka dijadwalkan berangkat pada 10 Oktober 2025 mendatang.

Dalam amanatnya, Kapolri menegaskan bahwa keberangkatan FPU 7 merupakan bentuk kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas selama bertugas, karena para personel tidak hanya membawa nama Polri, tetapi juga kehormatan bangsa Indonesia di kancah internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tegaskan kepada seluruh personel, tugas ini bukan sekadar misi internasional. Kalian adalah duta bangsa yang membawa citra Polri dan Indonesia. Jaga kehormatan, junjung tinggi nilai kemanusiaan, serta tunjukkan sikap profesional dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Kapolri.

Kasatgas Kontingen Garuda Bhayangkara FPU 7 Minusca, AKBP Norhayat, S.I.K., menyampaikan bahwa para personel telah menjalani rangkaian pelatihan intensif sebelum diberangkatkan. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan di lapangan, termasuk situasi konflik bersenjata.

Baca Juga:  KPK Tahan Dua Tersangka Baru Korupsi Proyek Jalur Kereta Medan, Total 17 Orang Kini Dibui

“Seluruh personel telah dibekali kemampuan taktis, strategi penanganan konflik, dan pemahaman budaya lokal. Kami akan bertugas menjaga keamanan masyarakat sipil sekaligus mendukung jalannya pemilihan presiden Republik Afrika Tengah yang akan digelar pada Desember 2025,” jelas AKBP Norhayat.

Misi Minusca (Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic) merupakan bagian dari komitmen PBB untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di wilayah yang rentan konflik. Indonesia telah aktif mengirimkan pasukan perdamaian sejak lama, dan keikutsertaan FPU 7 kali ini menegaskan posisi strategis Polri dalam diplomasi internasional.

Dengan keberangkatan 140 personel ini, Polri berharap dapat memperkuat reputasi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendukung perdamaian dunia, sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat sipil di daerah konflik. Kapolri juga mengingatkan seluruh personel untuk selalu menjaga keselamatan dan kesehatan selama bertugas.

“Kembalilah ke tanah air dengan membawa kebanggaan dan cerita tentang keberhasilan, bukan kesedihan. Saya yakin kalian mampu melaksanakan misi ini dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Jenderal Listyo Sigit.

Keberangkatan Kontingen Garuda Bhayangkara FPU 7 disambut penuh haru oleh keluarga para personel, sekaligus menjadi momentum kebanggaan bagi bangsa Indonesia yang kembali dipercaya dunia dalam menjaga perdamaian global.

Penulis : Redaksi

Sumber Berita: Divisi Humas Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB