Nias Barat // krimsusnewstv.id — Kehadiran mantan Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu, dalam kegiatan sosial kemasyarakatan kembali memperlihatkan karakter kepemimpinan yang bertumpu pada empati dan solidaritas. Kunjungan beliau ke rumah duka keluarga Almarhum Fransiskus Tageli Gulo (Ama Zohahau Gulo) di Desa Sitolubanua Fadoro, Kecamatan Moro’o, menjadi bukti nyata kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakatnya, bahkan setelah tidak lagi menjabat secara formal.
Dalam perspektif sosial dan budaya Nias, tindakan tersebut mencerminkan kuatnya tradisi gotong royong emosional, sebuah nilai yang mengikat relasi sosial masyarakat setempat. Kehadiran Khenoki Waruwu bukan sekadar simbolik, tetapi juga menjadi bentuk penguatan moral bagi keluarga yang tengah berduka serta memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap figur pemimpin yang humanis.
Dari sudut pandang spiritual, ketulusan ini sejalan dengan firman Tuhan dalam Roma 12:15: “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.” Ayat tersebut menegaskan bahwa pemimpin sejati tidak hanya hadir saat rakyat merayakan keberhasilan, tetapi juga menyertai mereka dalam kesedihan dan pergumulan hidup.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui sikap rendah hati dan kedekatan emosional seperti ini, Khenoki Waruwu memperlihatkan praktik servant leadership, model kepemimpinan yang menempatkan pelayanan dan kemanusiaan sebagai fondasi utama. Sikap tersebut secara tidak langsung menegaskan komitmen beliau untuk terus mendorong pembangunan Nias Barat yang bersih, sejahtera, dan berdaya saing, berlandaskan nilai moral, spiritual, serta kemanusiaan.
Penulis : Yasokhi Gulo
Editor : Redaksi













