Kejanggalan Fisik Bangunan SMK Negeri 1 Kualuh Hulu Disorot, Kepsek Bungkam Saat Dikonfirmasi

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu utara // krimsusnewstv.id Kondisi fisik bangunan di SMK Negeri 1 yang beralamat aek kanopan timur kec. kualuh hulu, kab. Labuhanbatu utata, sumatera utara, menuai sorotan tajam. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan pada beberapa bagian konstruksi, mulai dari dinding yang tampak retak, struktur yang dinilai kurang kokoh, hingga fasilitas belajar seperti bangku besi yang rusak dan patah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah bangku siswa yang terbuat dari besi sempat menjadi perhatian publik karena kondisinya tidak layak pakai. Bangku tersebut kemudian dibawa ke bagian sarana dan prasarana (sapras) untuk diperbaiki. Namun, kondisi ini memicu pertanyaan tentang kualitas pengadaan dan pengawasan fasilitas sekolah.

Dugaan swakelola dan minim transparansi, Sorotan kian menguat setelah muncul dugaan bahwa pembangunan sejumlah ruang kelas dilakukan melalui mekanisme swakelola di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah, Eva Saragih. Sejumlah pihak menilai hasil pembangunan terkesan “asal jadi” dan tidak mencerminkan standar konstruksi yang semestinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi awak media terkait kerusakan fisik bangunan serta mekanisme pertanggungjawaban anggaran, Kepala Sekolah Eva Saragih memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan resmi. Sikap tertutup tersebut justru memunculkan tanda tanya publik terkait transparansi penggunaan dana pembangunan.

Beberapa sumber menyebutkan, bangunan yang secara administratif dinyatakan selesai justru menunjukkan indikasi kerentanan struktur. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada keselamatan siswa dan tenaga pendidik dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga:  Usul Adv. Itoloni Gulo, S.H : RKUHAP Harus Lindungi Hak Advokat dan Klien Sejak Tahap Penyelidikan

Suara orang tua murid : SPP dan seragam dipertanyakan, Selain persoalan fisik bangunan, isu lain turut mencuat. Seorang orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengaku adanya pengutipan dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) serta uang seragam praktik sebesar Rp270.000 yang disebut telah berlangsung selama satu tahun tanpa kejelasan rincian penggunaan.

Pengakuan tersebut disampaikan setelah yang bersangkutan berulang kali dimintai klarifikasi. Orang tua murid berharap adanya keterbukaan informasi terkait pengelolaan dana agar tidak menimbulkan prasangka negatif di tengah masyarakat.

Desakan audit dan penelusuran aparat, Sejumlah kalangan mendesak agar penggunaan dana pembangunan dan pengelolaan keuangan sekolah diaudit secara terbuka sesuai prinsip transparansi publik. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, masyarakat meminta aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Utara, untuk melakukan penelusuran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kerentanan bangunan maupun pengelolaan dana yang dipersoalkan.

Redaksi krimsusnewstv.id akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak sekolah dan instansi terkait guna memastikan informasi yang berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis : Tim/red

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Honorer Guru Kabupaten Nias Siap Gugat ke PTUN Medan, Tuntut Keadilan atas Nasib Pengabdian Bertahun-tahun
Diduga Kebal Hukum, SPBU 14.212.267 Hutapadang Nekat Layani Pengisian Jerigen Subsidi Meski Sudah Diperingatkan BPH Migas
DPD GMNI Sumut Resmi Tetapkan Lydia Elfrida Sihombing sebagai Bendahara, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan
Enmo Markus Manik Resmi Dilantik Jadi Pengurus DPD GMNI Sumatera Utara 2025–2027, Siap Kawal Isu Ketahanan Pangan dan Agraria
Pasca Dilantik, Sarinah Kristina Pardosi Pimpin GMNI Sumut Tabuh Genderang Perang Melawan Kekerasan Perempuan dan Anak
Protes Kenaikan Target Sepihak, Pemanen Divisi V dan VI Soroti Kebijakan Manajemen PT RAS Kebun Sontang
Perkuat Agenda Kerakyatan, DPD GMNI Sumut Serahkan Draf Rekomendasi Strategis ke DPP GMNI
171 Karyawan Mengaku Dizalimi, PT. Agrinas Palma Nusantara Dan PT. Torganda Saling Lempar Tanggung Jawab PHK
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 13:22 WIB

Honorer Guru Kabupaten Nias Siap Gugat ke PTUN Medan, Tuntut Keadilan atas Nasib Pengabdian Bertahun-tahun

Senin, 16 Februari 2026 - 12:53 WIB

Diduga Kebal Hukum, SPBU 14.212.267 Hutapadang Nekat Layani Pengisian Jerigen Subsidi Meski Sudah Diperingatkan BPH Migas

Senin, 16 Februari 2026 - 09:44 WIB

DPD GMNI Sumut Resmi Tetapkan Lydia Elfrida Sihombing sebagai Bendahara, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan

Senin, 16 Februari 2026 - 09:20 WIB

Enmo Markus Manik Resmi Dilantik Jadi Pengurus DPD GMNI Sumatera Utara 2025–2027, Siap Kawal Isu Ketahanan Pangan dan Agraria

Senin, 16 Februari 2026 - 09:03 WIB

Pasca Dilantik, Sarinah Kristina Pardosi Pimpin GMNI Sumut Tabuh Genderang Perang Melawan Kekerasan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru