Jakarta // krimsusnewstv.id — Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan H.E. Wang Huning, Ketua Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok (Chinese People’s Political Consultative Conference/CPPCC), pada Rabu (03/12/2025). Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok yang telah memasuki usia 75 tahun.
Dalam pertemuan tersebut, Puan menegaskan bahwa kemitraan strategis kedua negara harus terus diperdalam, terutama di sektor ekonomi, investasi strategis, dan pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut kerja sama yang telah terjalin puluhan tahun tersebut telah memberikan manfaat signifikan bagi kedua negara, namun masih memiliki ruang besar untuk diperluas. “Kerja sama bilateral yang telah terjalin 75 tahun ini harus terus diperkuat, khususnya di sektor ekonomi dan investasi strategis,” ujar Puan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain membahas penguatan hubungan ekonomi, Puan juga menekankan perlunya kerja sama yang lebih responsif terhadap tantangan global. Ia menyoroti kondisi bencana yang melanda Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara akibat cuaca ekstrem, termasuk banjir dan longsor yang belakangan ini meningkat.
Puan menilai bahwa kondisi tersebut menjadi alarm nyata mengenai urgensi penanganan krisis iklim. Karena itu, ia mendorong agar kerja sama Indonesia–Tiongkok, termasuk dalam kerangka global, turut memprioritaskan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
“Saya juga menyampaikan bahwa kemitraan ini harus responsif terhadap realita. Di tengah kondisi bencana banjir dan longsor, saya menekankan pentingnya memprioritaskan penanganan krisis iklim. Komitmen global harus diwujudkan dalam langkah nyata demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, H.E. Wang Huning menyampaikan apresiasi atas kemitraan kuat antara Indonesia dan Tiongkok. Ia menegaskan kesiapan negaranya untuk terus mendukung agenda bersama yang memperkuat stabilitas kawasan dan kesejahteraan kedua bangsa.
Kunjungan resmi ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh hubungan diplomatik sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis Tiongkok di kawasan Asia.
Pertemuan ditutup dengan komitmen memperkuat komunikasi serta kerja sama lintas sektor sebagai bentuk upaya bersama menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Penulis : Julius Giawa
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)













