Pekerja yang Dikeluarkan dari Dapur Prawira Merupakan Relawan, Bukan Karyawan Profesional

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 06:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"ads_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"0601c89f275b4a289e437b555cb3c455","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Gunungsitoli, Krimsusnewstv.id — Menanggapi pemberitaan sebelumnya berjudul “15 Orang Karyawan Dapur Yayasan Prawira Dipecat Sepihak”, Asisten Lapangan (Aslab) Dapur BGN SPPG Sifalaete Tabaloho, Bastian S.P. Hulu, SE, angkat bicara dan meluruskan informasi tersebut. Rabu, (05/11/2025)

Ditemui awak media di Jalan Diponegoro No. 363 UT, Sifalaete Tabaloho, Kota Gunungsitoli, pada Selasa (04/11/2025), Bastian menegaskan bahwa pihak yang bekerja di Dapur Yayasan Prawira—yang dikenal dengan Dapur BGN SPPG—bukanlah karyawan, melainkan relawan. “Relawan berbeda dengan karyawan. Kalau karyawan bekerja untuk perusahaan dengan menerima gaji atau upah, sementara relawan bekerja secara sukarela tanpa imbalan finansial,” tegas Bastian.

Menurutnya, para relawan yang bekerja di dapur BGN telah memahami mekanisme kerja berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) BGN. Dengan demikian, istilah “pemecatan” tidak tepat digunakan dalam konteks relawan. “Relawan bisa bekerja hari ini dan berhenti besok tanpa perlu surat-menyurat. Jika kinerjanya buruk, cukup diberikan peringatan secara lisan. Ini berbeda dengan karyawan yang diatur oleh Undang-undang Ketenagakerjaan,” ujar Bastian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Relawan Tidak Profesional Dinilai Menghambat Kinerja

Lebih lanjut, Bastian menyebut bahwa relawan yang dikeluarkan sudah seharusnya tidak lagi dipertahankan karena dianggap tidak bekerja secara profesional. “Sebenarnya mereka sudah lama seharusnya dikeluarkan, sekitar tiga bulan lalu. Tapi Ketua Yayasan Prawira, Adv. Radius Purnawira Hulu, SH, MH, selalu berkata sabar dan beri kesempatan. Namun, akibatnya, pengantaran makanan sering terlambat, rasa makanan tidak konsisten, dan pekerjaan dapur jadi tidak efisien,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Pendidikan, DPR Dorong Pemutusan Rantai Kemiskinan

Ia menambahkan, pasca dikeluarkannya beberapa relawan tersebut, kegiatan dapur berjalan lebih efektif. “Sekarang pengantaran makanan ke sekolah tepat waktu, rasanya juga enak, dan pekerjaan dapur lebih cepat selesai. Artinya, keputusan itu tepat,” jelasnya.

Teguran untuk Yason Gea

Bastian juga menyoroti pernyataan Yason Gea, yang sebelumnya mengkritik Dapur Prawira di media sosial. Ia menilai tindakan tersebut tidak bijak. “Saya ingatkan Bung Yason Gea agar berhati-hati berkomentar. Istrinya, Ulfa Lely Tri Putri Zebua, sudah lama bekerja di Dapur Prawira. Sebenarnya sudah pantas dikeluarkan karena kinerjanya kurang baik, tapi Ketua Yayasan masih mempertahankannya karena menghargai hubungan pertemanan,” kata Bastian.

Ia bahkan menyinggung adanya keluhan dari pihak sekolah mengenai kualitas buah yang dikirim. “Waktu sortir buah salak, banyak yang busuk sampai ke sekolah. Jadi, jangan balas kebaikan orang dengan fitnah,” tambahnya.

Bantahan Isu “Daging Busuk

Terkait tudingan adanya daging busuk yang dimasak di Dapur Prawira, Bastian membantah tegas isu tersebut.

“Itu tidak benar. Semua bahan makanan disortir beberapa kali sebelum dimasak. Pertama oleh penerima bahan, lalu bagian persiapan, ahli gizi, dan terakhir oleh Kepala SPPG. Kalau bahan tidak layak, langsung dikembalikan ke suplier,” jelasnya.

Menurut Bastian, dapur BGN memiliki standar ketat karena program ini merupakan bagian dari Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo – Gibran. “Kita tidak main-main dengan kualitas bahan. Makanan ini untuk anak-anak sekolah, jadi harus terbaik,” tutupnya.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Satresnarkoba Polres Bungo Ringkus Dua Pengedar Ekstasi, Barang Bukti 48 Butir Diamankan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:54 WIB

Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara

Berita Terbaru