Pelatihan Jabatan Fungsional Penyidik BNN Ahli Madya Tahun 2025 Resmi Dibuka, 37 Penyidik Siap Tingkatkan Profesionalisme

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"ads_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"4874e96a30e144998c288ba6c7f749b6","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Jawa Barat // krimsusnewstv.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi membuka Pelatihan Jabatan Fungsional Penyidik BNN Ahli Madya Tahun 2025 yang berlangsung di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Lido, Jawa Barat, Senin (8/9/2025). Kegiatan ini akan dilaksanakan hingga 12 September 2025, dengan diikuti 37 peserta yang terdiri dari penyidik BNN Pusat, BNN Provinsi, serta BNN Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Pembukaan pelatihan dipimpin oleh Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, yang hadir mewakili Kepala BNN RI. Dalam sambutannya, Tantan menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan kualitas penyidik dalam menghadapi tantangan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang semakin kompleks.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyidik adalah ujung tombak dalam perang melawan narkoba. Profesionalisme, integritas, dan kapasitas mereka sangat menentukan keberhasilan BNN dalam memberantas jaringan narkotika,” tegas Tantan.

Tantan juga berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan menyerap ilmu dan keterampilan yang diberikan selama pelatihan, kemudian menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Pelatihan ini akan diselenggarakan secara intensif dengan materi yang komprehensif, mulai dari strategi penyidikan, teknik investigasi modern, pemanfaatan teknologi dalam pengungkapan kasus, hingga penguatan etika profesi dan integritas. Hal ini sejalan dengan kebutuhan BNN dalam menghadapi modus operandi peredaran narkoba yang semakin canggih, termasuk yang memanfaatkan teknologi digital dan jaringan internasional.

Baca Juga:  Polri Berhasil Pulangkan Buronan Kasus Investasi Ilegal Rp 2,7 Triliun dari Qatar

Selain itu, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antarpenyidik di berbagai tingkatan, baik pusat maupun daerah, guna menciptakan sistem pemberantasan yang lebih terintegrasi dan efektif.

“Melalui pelatihan ini, kami berkomitmen membangun aparatur penyidik yang tangguh, profesional, dan berintegritas tinggi. Ini menjadi pondasi utama dalam memperkuat upaya BNN dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya,” tambah Tantan.

Dengan pelatihan ini, BNN berharap para penyidik yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi motor penggerak dalam upaya penegakan hukum dan pencegahan peredaran gelap narkotika, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi ancaman narkoba yang bersifat global.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Utama BNN, disaksikan para pejabat BNN dan peserta pelatihan, sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang menjadi bagian penting dari transformasi BNN menuju institusi yang semakin profesional dan berdaya saing tinggi.

Penulis : Julius Giawa

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Biro Humas BNN RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Satresnarkoba Polres Bungo Ringkus Dua Pengedar Ekstasi, Barang Bukti 48 Butir Diamankan
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:54 WIB

Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara

Berita Terbaru