Skandal Proyek Jalan Provinsi di Nias: AMP Nias Tuding PUPR dan Kontraktor Gagal Jalankan Amanah Rakyat

- Penulis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 01:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"ads_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"9909c0f412684ad792afb447a8815723","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Gunungsitoli, Sumatera Utara // Krimsusnewstv.id Polemik pembangunan jalan provinsi yang menghubungkan Kota Gunungsitoli menuju Nias Barat, tepatnya di ruas Hiliserangkai – Dola, memicu gelombang protes masyarakat. Aksi damai yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMP) Nias menjadi sorotan publik. Massa menilai proyek tersebut sarat kejanggalan dan terkesan asal jadi tanpa memperhatikan prosedur teknis.

Dalam aksi yang digelar di depan kantor Dinas PUPR Gunungsitoli, Yason G, salah satu orator AMP Nias, melontarkan kritik keras terhadap pejabat terkait. “Hanya binatang yang perutnya di belakang, tapi saya lihat perut bapak masih di depan. Kenapa bapak diam dalam hal ini? Bapak digaji dari uang rakyat, dan ini proyek pemerintah dari uang rakyat juga. Ada apa ini?” tegas Yason dengan nada tinggi di tengah aksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek Mangkrak dan Parit Tak Berfungsi: Bukti Kegagalan?

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek. Parit-parit yang dibangun tidak berfungsi dengan baik, bahkan ada yang tertimbun material proyek hingga menimbulkan genangan air. Ironisnya, beberapa ruas jalan justru tampak dikerjakan secara asal tanpa memperhatikan kualitas struktur.

Seorang warga yang ditemui di lokasi menuturkan dengan nada kesal, “Kami sudah muak dengan janji-janji kosong. Parit yang seharusnya mencegah banjir, malah jadi sarang nyamuk dan tempat sampah.”

Tak hanya itu, di Desa Dola ditemukan puluhan batang kelapa yang sengaja ditimbun di badan jalan tanpa dibongkar. Warga menilai tindakan tersebut sebagai bukti ketidakprofesionalan kontraktor. “Kalau batang kelapa itu membusuk, jalan pasti amblas. Ini bukan cuma soal proyek gagal, tapi soal akal sehat dan tanggung jawab!” ujar warga lainnya.

Dadang, Kepala UPTD PUPR Gunungsitoli: “Macan Ompong” atau Kambing Hitam?

Nama Dadang, Kepala UPTD PUPR Gunungsitoli, kini menjadi sorotan utama. Ia dianggap lalai mengawasi pelaksanaan proyek jalan provinsi tahun anggaran 2023–2025 yang total nilainya mencapai Rp165 miliar.

Aktivis Happy A. Zalukhu, Ketua DPC Pelita Prabu Prabowo-Gibran, menilai Dadang tidak tegas dan terkesan menutup mata. “Dadang itu seperti macan ompong. Punya gigi, tapi tidak berani menggigit. Sepertinya dia lebih takut kehilangan jabatan daripada membela kepentingan rakyat,” ujarnya.

Namun, sejumlah pihak lain menilai Dadang hanyalah korban sistem birokrasi. Ia disebut hanya diperbantukan mengawasi proyek yang dikendalikan langsung oleh Dinas PUPR Provinsi Sumut. “Dadang itu ibarat buah simalakama — mau bertindak salah, tidak bertindak pun salah,” ujar seorang sumber internal yang enggan disebut namanya.

Baca Juga:  Polres Nias Selatan Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolres Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

Maimun Bangun, Koordinator Pengawas: Antara Ambisi dan Tekanan Politik

Selain Dadang, nama Maimun Bangun, Koordinator Pengawas UPTD PUPR Gunungsitoli, juga disorot. Ia diduga lebih fokus pada ambisi pribadi untuk menduduki jabatan Kepala UPTD ketimbang memastikan mutu proyek berjalan sesuai aturan.

Koordinator AMP Nias, Darwis Zendrato, menilai Maimun hanya dijadikan alat oleh pihak tertentu. “Maimun itu seperti bidak catur. Ia hanya digerakkan oleh pemain yang lebih besar,” ungkapnya.

Namun demikian, sejumlah sumber di internal Dinas PUPR Sumut menyebutkan Maimun merupakan koordinator pengawas yang ditunjuk resmi oleh dinas provinsi. Jika demikian, tanggung jawab moral dan profesional tetap melekat pada dirinya.

AMP Nias: Aksi Lanjutan dan Desakan Audit Menyeluruh

Dalam Aksi II yang digelar pekan ini, AMP Nias kembali turun ke jalan dengan tuntutan yang lebih tegas: “Ke mana anggaran pemeliharaan jalan selama ini? Ke mana hati nurani kalian?” seru Taufik, penggiat sosial sekaligus penasehat AMP Nias.

Mereka menilai pengawasan proyek di wilayah Gunungsitoli sangat lemah. Proyek pengaspalan bahkan sempat dilakukan saat hujan turun di ruas Lolowua – Dola, dan video aktivitas itu kini viral di media sosial. Selain itu, kontraktor disebut belum mengantongi izin lingkungan seperti SPPL, UKL-UPL, maupun AMDAL.

AMP Nias menuntut agar aparat penegak hukum segera melakukan audit teknis dan investigasi menyeluruh terhadap proyek pemeliharaan jalan tahun anggaran 2023–2024 serta proyek 6 ruas jalan tahun 2025. “Maimun Bangun dan Dadang harus bertanggung jawab. Jangan biarkan rakyat Nias terus jadi korban keserakahan dan proyek gagal!” tegas Taufik.

Tuntutan Rakyat: Evaluasi Total Dinas PUPR Provinsi Sumut

AMP Nias juga menyerukan agar Gubernur Sumatera Utara melakukan evaluasi total terhadap kinerja UPTD PUPR Gunungsitoli. Mereka meminta sanksi tegas bagi siapa pun yang terbukti lalai atau terlibat dalam praktik korupsi, kolusi, maupun pelanggaran lingkungan.

Jika tidak, kata mereka, Pulau Nias akan terus menjadi korban proyek gagal dan rakyat hanya akan menjadi penonton di tanah sendiri. “Jangan biarkan keadilan hanya jadi mimpi di siang bolong. Nias berhak atas pembangunan yang layak dan transparan!” pungkas Yason G menutup aksinya.

Penulis : Arvil laoli

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru