Pembangunan Jembatan di Desa Resang Diduga Tidak Sesuai Kontrak, Warga Pertanyakan Kualitas dan Transparansi Proyek

- Penulis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"ads_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"117c0fe37b0b4facb590c80559931bef","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Lingga, Kepulauan Riau // krimsusnewstv.id — Pembangunan jembatan di Desa Resang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kembali menuai sorotan publik. Tim awak media menemukan adanya dugaan ketidaksesuaian antara pelaksanaan proyek dengan isi kontrak awal. (29/10/2025)

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pengecoran jembatan yang seharusnya dilakukan secara langsung justru dikerjakan secara bertahap. Metode ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas dan kekuatan struktur jembatan yang dibangun menggunakan dana publik tersebut.

Beberapa warga dan pengurus RW setempat telah menyampaikan keluhan resmi terkait hal ini. Mereka menilai proyek tersebut tidak transparan dan khawatir akan berimbas pada keselamatan pengguna jalan di masa mendatang.

“Kami sudah sampaikan keluhan ini, tapi sampai sekarang belum ada penjelasan yang jelas dari pihak pelaksana. Kami hanya ingin jembatan yang kuat dan sesuai standar,” ungkap salah satu warga Desa Resang kepada awak media.

Selain persoalan teknis, proyek ini juga menambah daftar panjang permasalahan yang tengah dihadapi Desa Resang. Sebelumnya, desa ini sempat disorot karena dugaan penyalahgunaan dana desa yang hingga kini belum terungkap secara tuntas.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan mengusut potensi pelanggaran dalam pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah serta instansi terkait dapat meninjau kembali proyek ini demi menjamin akuntabilitas dan keselamatan publik.

Penulis : Zainal. A

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru