PENEMUAN MAYAT AKTIVIS DI KTV LABUHANBATU, BANYAK KEJANGGALAN — DUGAAN KUAT DIBUNUH

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu // krimsusnewstv.id 19 Februari 2026 – Kematian seorang aktivis berinisial AIS yang ditemukan tak bernyawa di sebuah tempat hiburan malam (KTV) di wilayah Labuhanbatu memicu sorotan tajam publik. Sejumlah pihak menilai terdapat banyak kejanggalan dalam peristiwa tersebut dan mendesak aparat penegak hukum bertindak transparan serta profesional.

Ketua Solidaritas Perempuan Merdeka, Nissa Dalimunthe, yang akrab disapa Naik, dalam keterangan melalui sambungan telepon WhatsApp, menyampaikan kecurigaannya atas kematian AIS yang dinilai tidak wajar.

Menurut Nissa, ia pertama kali mendapat kabar duka saat berada di Medan. Informasi awal yang beredar menyebutkan AIS meninggal dunia akibat overdosis (OD). Namun, ia mengaku tidak percaya begitu saja dengan kabar tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sewaktu di Medan saya dapat informasi AIS meninggal. Isunya overdosis, tapi saya tidak percaya. Saya cukup dekat dengan AIS. Dari kondisi fisik jenazah, menurut saya tidak mengarah pada overdosis maupun dugaan serangan jantung seperti yang disebut pihak kepolisian. Selain itu, dompet AIS sampai hari ini juga hilang. Dugaan saya kuat ada indikasi pembunuhan disengaja,” ujar Nissa.

Kronologi dipertanyakan, nissa memaparkan, pada malam kejadian AIS berangkat bersama rekannya berinisial RR dari Simpang 6 menuju lokasi KTV sekitar pukul 00.30 WIB. Sesampainya di lokasi, disebutkan sudah ada sekitar 15 orang lainnya di tempat tersebut. Namun sekitar pukul 08.00 WIB, beredar kabar AIS telah meninggal dunia.

“Pertanyaannya, ke mana 16 orang yang berada di lokasi saat itu? Sampai hari ini tidak ada penjelasan yang terang. Tidak ada police line, tidak ada pers rilis resmi yang jelas dari Polres Labuhanbatu. Seakan-akan tidak terjadi apa-apa,” tegasnya.

Baca Juga:  Polres Nias Selatan Laksanakan Program “Polisi Sahabat Anak” di SD Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Nias Selatan

Ia juga menyoroti dugaan tertutupnya akses terhadap rekaman CCTV di lokasi kejadian. Menurutnya, sejumlah pihak disebut telah melihat rekaman tersebut, namun belum ada penjelasan terbuka kepada publik.

“KTV dan pihak kepolisian diduga sudah melihat CCTV, begitu juga beberapa aktivis. Tapi mereka bungkam. Ini menimbulkan kecurigaan besar di tengah masyarakat,” lanjut Nissa.

Desakan autopsi dan laporan ke polda sumut, Nissa bersama sejumlah rekan aktivis menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menilai, dalam kasus kematian yang sarat kejanggalan, autopsi seharusnya dilakukan secara menyeluruh sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kematian AIS ditemukan sudah dalam kondisi menjadi mayat di KTV. Seharusnya dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian sesuai aturan hukum. Kami akan melaporkan beberapa oknum kepolisian yang diduga melanggar prosedur ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan juga ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia,” tutup Nissa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Labuhanbatu belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi detail kejadian, hasil pemeriksaan medis, maupun status penyelidikan kasus tersebut.

Publik kini menanti langkah tegas dan transparan dari aparat penegak hukum guna memastikan apakah kematian AIS murni karena faktor medis atau terdapat unsur tindak pidana di dalamnya. Prinsip praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan, namun keterbukaan informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPC PELITA PRABU Soroti Isu Rekomendasi Impor Babi, Dinas Tegaskan Belum Ada Izin Resmi
Gawat.!!! Toko Berkedok Kosmetik di Cengkareng Diduga Edarkan Obat Keras Golongan G Tanpa Resep
TEGAS!!! DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumut : Kajati Tidak Pernah Intervensi Proses Akademik
Suarakan Aspirasi Petani Padang Halaban, Ketua DPC GMNI Labuhanbatu Hadiri RDP di Komisi XIII DPR RI
Penemuan Mayat AIS di KTV Rantauprapat Dinilai Penuh Kejanggalan, Aktivis Perempuan Desak Ekshumasi
Paulus Peringatan Gulo, SH., MH. Terima Mandat Pimpinan DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara
Peredaran Miras Ilegal di Jl. Raya Cipondoh Kian Meresahkan, Warga Desak APH Bertindak Tegas
Program Makanan Bergizi Gratis di SDN 010 Sibiruang Disorot, Kepsek Mengaku Belum Terima Penyaluran
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:32 WIB

DPC PELITA PRABU Soroti Isu Rekomendasi Impor Babi, Dinas Tegaskan Belum Ada Izin Resmi

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:45 WIB

Gawat.!!! Toko Berkedok Kosmetik di Cengkareng Diduga Edarkan Obat Keras Golongan G Tanpa Resep

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:42 WIB

TEGAS!!! DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumut : Kajati Tidak Pernah Intervensi Proses Akademik

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:37 WIB

Suarakan Aspirasi Petani Padang Halaban, Ketua DPC GMNI Labuhanbatu Hadiri RDP di Komisi XIII DPR RI

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:28 WIB

Penemuan Mayat AIS di KTV Rantauprapat Dinilai Penuh Kejanggalan, Aktivis Perempuan Desak Ekshumasi

Berita Terbaru