Nasional // krimsusnewstv.id — 09 Desember 2025. Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk mempertegas komitmen dalam memerangi praktik korupsi yang masih menjadi ancaman serius terhadap pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat. Berbagai elemen masyarakat, lembaga pemerintah, hingga organisasi media kembali menyerukan perang terhadap segala bentuk penyalahgunaan kewenangan.
Pimpinan Redaksi Media Krimsus News TV, Julius Giawa, C.NS., C.SM., C.MK, mengucapkan selamat memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2025 sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat dan aparat penegak hukum memperkuat sinergi dalam pemberantasan korupsi. Ia menegaskan bahwa korupsi bukan hanya merusak sendi pemerintahan, tetapi juga mengancam masa depan generasi bangsa jika tidak diberantas secara tegas, sistematis, dan menyeluruh.
Dalam momentum HAKORDIA tahun ini, Julius Giawa menekankan bahwa penguatan integritas publik harus menjadi gerakan nasional. Edukasi antikorupsi, peningkatan kesadaran akan pentingnya transparansi, serta penolakan budaya gratifikasi dinilai sebagai kunci dalam membangun sistem pelayanan publik yang bersih dan berakuntabilitas. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak boleh hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peran Media dan Wartawan Seluruh Indonesia
Media dan insan pers memiliki peran strategis dalam perang melawan korupsi. Melalui jurnalisme investigatif, fungsi kontrol sosial, dan penyampaian informasi secara akurat serta berimbang, wartawan menjadi garda terdepan dalam mengungkap praktik koruptif di berbagai sektor. Kehadiran pers memastikan setiap penyimpangan dapat disorot, dikritisi, dan dipublikasikan secara profesional demi kepentingan publik.
Peringatan HAKORDIA 2025 kembali menegaskan bahwa Indonesia hanya dapat terbebas dari budaya korupsi apabila seluruh elemen bangsa bersatu, menolak segala bentuk kecurangan, dan konsisten mengawasi penggunaan anggaran publik. Dengan tekad dan gerakan kolektif, mewujudkan Indonesia yang bersih, adil, dan berintegritas bukanlah hal yang mustahil.
Penulis : Tim/red
Editor : Redaksi













