Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Tegaskan Negara Hadir untuk Anak Bangsa

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjarbaru, Kalimantan Selatan // krimsusnewstv.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Peresmian dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/01/2026).

Sebanyak 166 Sekolah Rakyat tersebut tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, dengan total 15.954 siswa, didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 500 Sekolah Rakyat pada tahun 2029 sebagai bagian dari strategi besar pemerataan pendidikan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa peresmian Sekolah Rakyat merupakan bukti keberanian negara dalam mengambil langkah nyata demi menjawab kebutuhan rakyat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Saya hari ini sangat bahagia. Terima kasih kepada semua unsur, seluruh kementerian dan lembaga, serta semua elemen bangsa yang telah bekerja keras mewujudkan langkah berani ini. Saya terharu melihat dampak dari upaya yang kita lakukan bersama,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah harapan baru bagi masa depan Indonesia. Ia menyebut program ini sebagai langkah awal untuk memastikan setiap anak bangsa mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi.

“Sekarang kita berhasil meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Ini langkah awal. Sasaran kita adalah membangun 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029,” tegasnya.

Lebih jauh, Presiden Prabowo juga mengungkapkan visi jangka panjang pemerintah untuk membuka sekolah-sekolah lanjutan hingga fakultas kedokteran, teknik, dan bidang strategis lainnya yang dapat diakses seluruh anak Indonesia tanpa biaya.

Baca Juga:  Rakyat Digusur di Padang Halaban, Istana Sibuk Melantik Menteri : Negara Dinilai Abaikan terhadap HAM

“Mereka harus belajar sampai tingkat tinggi. Ketika masuk, mereka tidak boleh bayar, karena negara menyiapkan ini untuk masa depan mereka. Insya Allah ini akan tercapai,” kata Presiden disambut tepuk tangan hadirin.

Pada kesempatan tersebut, Presiden memberikan pesan khusus yang menyentuh kepada para siswa Sekolah Rakyat agar tidak pernah merasa rendah diri terhadap latar belakang keluarga mereka.

“Kepada anak-anakku, jangan kau kecil hati, jangan kau malu jika orang tuamu hanya buruh atau petani. Mereka mulia. Mereka bekerja dengan keras, dengan keringat, dengan cara yang halal untuk memperjuangkan masa depanmu,” pesan Presiden.

Presiden menegaskan bahwa kemiskinan bukanlah kesalahan anak maupun orang tua, melainkan tantangan negara yang harus dihadapi bersama.

“Kalau dia belum mampu, bukan salah dia, bukan salah orang tuanya. Memang negara kita belum mampu memberi yang terbaik untuk semua rakyat. Tapi kita akan berjuang keras agar seluruh kekayaan negara dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Di akhir sambutan, Presiden Prabowo menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Menteri Sosial beserta seluruh jajaran, serta kementerian dan lembaga lain yang telah berperan aktif dalam mewujudkan Sekolah Rakyat.

“Dengan pendidikan, Indonesia akan bangkit menjadi negara yang lebih baik, maju, dan sejahtera,” pungkas Presiden.

Penulis : Julius Giawa

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Presiden RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB