Kampar // krimsusnewstv.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas gizi anak sekolah kini menjadi sorotan di SD Negeri 010 Sibiruang, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar. Sejumlah orang tua murid mempertanyakan belum terealisasinya program tersebut di sekolah anak-anak mereka.
Pada Senin (16/02/2026), awak media Krimsusnewstv.id melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala UPT SD Negeri 010 Sibiruang, Syafri. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak sekolah belum menerima program MBG.
“Sampai saat ini SDN 010 Sibiruang belum menerima MBG,” ujar Syafri kepada awak media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, saat dikonfirmasi terkait mekanisme dan penyaluran, pihak sekolah juga menyatakan belum mengetahui secara rinci pelaksanaan program tersebut dan menyarankan agar media menghubungi pihak pengelola terdekat.
Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, Program MBG merupakan kebijakan nasional yang secara teknis melibatkan satuan pendidikan sebagai penerima manfaat langsung. Ketidaktahuan atau belum diterimanya program di tingkat sekolah dinilai menunjukkan adanya kemungkinan kendala koordinasi maupun distribusi di lapangan.
Dasar hukum dan tujuan program, program Makanan Bergizi Gratis memiliki landasan hukum melalui Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG. Dalam regulasi tersebut diatur pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Kelompok Penyelenggara Pemenuhan Gizi (KPPG) sebagai struktur pelaksana di daerah.
Secara substansi, program ini bertujuan untuk :
- Meningkatkan kualitas gizi anak sekolah
- Menciptakan generasi sehat, cerdas, dan produktif
- Mendukung visi Indonesia Emas 2045
- Meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa
- Menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM pangan
Dengan dasar hukum dan tujuan yang jelas, masyarakat menilai seluruh siswa yang menjadi sasaran program seharusnya memperoleh manfaat secara merata.
Orang tua murid pertanyakan transparansi, Sejumlah wali murid mengaku belum pernah menerima informasi resmi mengenai jadwal maupun mekanisme penyaluran MBG di SDN 010 Sibiruang. Minimnya sosialisasi ini menimbulkan kebingungan di kalangan orang tua.
“Kalau memang program ini sudah berjalan, kenapa anak-anak kami belum merasakannya?” ujar salah seorang wali murid yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Kondisi tersebut mendorong harapan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar segera melakukan evaluasi dan memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat. Transparansi dan koordinasi lintas pihak dinilai menjadi kunci agar program strategis ini tidak terhambat di tingkat pelaksana.
Program yang dirancang untuk menciptakan generasi unggul tidak boleh tersendat akibat lemahnya komunikasi atau distribusi. Pemerintah daerah diharapkan turun tangan memastikan hak anak-anak sekolah terpenuhi sesuai amanat regulasi.
Media krimsusnewstv.id akan terus menelusuri dan mengawal persoalan ini hingga diperoleh penjelasan resmi dari pihak berwenang demi kepastian informasi dan kepentingan masyarakat.
Penulis : Efirius
Editor : Redaksi













