Jakarta // krimsusnewstv.id – 24 Oktober 2025 — Dugaan praktik prostitusi terselubung di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, kembali mencuat ke publik. Sebuah tempat hiburan bernama Groovy Hotel & Spa diduga menjadi lokasi aktivitas ilegal yang hingga kini masih bebas beroperasi, meski telah dua kali disambangi dan ditindak oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta.
Yang mengejutkan, salah satu pengelola spa justru menyebut adanya “backup” dari oknum wartawan yang diduga menjadi alasan tempat tersebut seolah kebal penindakan.
Veronika, selaku Manajer Groovy Hotel & Spa, dalam pernyataan yang beredar di kalangan internal, mengaku kegiatan spa mereka “aman” karena mendapat perlindungan dari seorang wartawan berinisial Budi Pers, yang dikenal sebagai pengelola salah satu media lokal. Klaim inilah yang kini menjadi perhatian publik, sebab diduga kuat menjadi penyebab lemahnya pengawasan terhadap tempat tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga sekitar sudah lama resah dengan aktivitas mencurigakan di lokasi itu. Mereka mengaku melihat banyak tamu keluar-masuk hingga larut malam. Berdasarkan penelusuran sumber di lapangan, pelanggan diduga bisa memesan “layanan tambahan” atau “paket spesial” di luar daftar harga resmi spa. Transaksi dilakukan secara tertutup antara pelanggan dan terapis di dalam kamar, sehingga sulit terdeteksi oleh petugas.
Seorang pejabat Dinas Pariwisata DKI Jakarta yang dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya telah dua kali melakukan pembinaan dan penindakan administratif terhadap tempat tersebut. “Kami sudah turun dua kali. Jika kembali terbukti melanggar, kami akan rekomendasikan penutupan permanen,” ujarnya menegaskan.
Dugaan keterlibatan oknum jurnalis dalam memberikan perlindungan terhadap praktik ilegal ini dinilai merusak integritas profesi pers. Jika benar terbukti, tindakan tersebut dapat masuk dalam ranah hukum Pasal 296 dan 506 KUHP tentang perbuatan menyediakan tempat prostitusi, serta melanggar UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Masyarakat mendesak Polres Metro Jakarta Utara segera turun tangan menyelidiki dugaan praktik prostitusi sekaligus menelusuri peran oknum yang diduga memberikan “backing” terhadap pengelola spa tersebut.
Selain itu, Dewan Pers diharapkan turut menindaklanjuti temuan ini guna menjaga marwah dan kredibilitas profesi wartawan dari oknum yang menyalahgunakan profesinya demi keuntungan pribadi.
Penulis : Barkah S.
Editor : Redaksi













