Medan // krimsusnewstv.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan komitmen tinggi untuk mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil, khususnya di Kabupaten Nias, dalam rangka pemerataan pembangunan dan penguatan ketahanan pangan. Rabu, 05/11/2025
Dalam dialog bersama Bupati Nias Ya’atulo Gulo, fokus utama diarahkan pada tiga bidang strategis: penguatan infrastruktur dasar (akses jalan, listrik, air bersih), pemenuhan ketahanan pangan lokal melalui gerakan produksi dan distribusi pangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelibatan masyarakat dan sinergi antar-tingkat pemerintahan.
Infrastruktur sebagai pintu gerbang perubahan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur bobby menegaskan bahwa penyelesaian akses fisik menjadi kunci membuka potensi wilayah kepulauan. “Tanpa jaringan jalan dan transportasi yang layak, program ketahanan pangan dan kesejahteraan hanya akan terhambat,” ujar Nasution dalam acara rapat koordinasi di Medan, Selasa (4/11/2025).
Dengan dukungan Provinsi, pembangunan jalan perdesaan di Kabupaten Nias akan diprioritaskan dalam APBD dan dialokasikan dalam skema multi-tahun agar mampu menembus akses wilayah yang selama ini tertinggal.
Ketahanan pangan: dari produksi ke distribusi
Bupati Ya’atulo menyampaikan bahwa Kabupaten Nias memiliki potensi pertanian dan perikanan yang besar namun belum optimal karena hambatan akses dan distribusi. “Kami ingin menjadikan Nias sebagai lumbung pangan kawasan kepulauan, namun dibutuhkan dukungan serius dari Provinsi agar proses produksi-distribusi bisa berjalan efektif,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah-langkah konkrit: program pembinaan petani dan nelayan, peningkatan sarana pascapanen, jaringan cold chain, serta kerjasama dengan sektor swasta untuk pemasaran hasil lokal.
Kesejahteraan masyarakat: sinergi provinsi-kabupaten
Bobby dan Ya’atulo sepakat bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya lewat program teknis, tetapi harus melalui kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan. Gubernur menyebutkan bahwa Provinsi akan membuka jalur dialog berdarah dengan kabupaten untuk memastikan aliran dana pembangunan tepat sasaran, transparan, dan fokus pada warga yang paling membutuhkan. “Kita bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi membangun harapan dan masa depan masyarakat Nias,” kata Gubernur.
Bupati Ya’atulo menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperkuat integritas dan pelayanan publik, agar setiap rupiah anggaran benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Tantangan dan komitmen bersama
Meski tekad telah kuat, tantangan tetap besar: kondisi geografis kepulauan yang terpisah, tingkat kerentanan bencana, dan tingkat kemiskinan yang masih di atas rata-rata. Namun, kolaborasi antara Provinsi dan Kabupaten Nias dinyatakan sebagai fondasi utama untuk mengatasinya.
Gubernur menutup dengan panggilan aksi: “Kami mengajak semua pihak — pemerintah kabupaten, masyarakat, dunia usaha — untuk bergandengan tangan. Dengan satu langkah bersama, kita wujudkan Sumatera Utara yang lebih sejahtera, dan khususnya Kabupaten Nias yang maju dan berdaya saing.”
Penulis : Julius Giawa
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Gubernur sumut













