Tokoh Masyarakat Pulau Nias di Tanjung Morawa Desak Polresta Deli Serdang Ungkap Motif Pembunuhan Lemparan Batu

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang // krimsusnewstv.id Jum’at, 17 Oktober 2025. Kasus pembunuhan yang diduga dipicu oleh aksi lemparan batu di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terus menjadi sorotan publik. Gelombang desakan kini datang dari para tokoh masyarakat asal Pulau Nias yang berdomisili di Tanjung Morawa. Mereka meminta aparat penegak hukum, khususnya Polresta Deli Serdang, untuk segera mengungkap secara transparan motif di balik peristiwa tragis tersebut.

Gambar ilustrasi kejadian peristiwa pembunuhan

Dalam konferensi pers di Mapolresta Deli Serdang pada Kamis (2/10/2025), Kapolresta Kombes Pol Hendra Lesmana, S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Reskrim Kompol Risqi Akbar, S.I.K., serta Kabag SDM Rusdi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pelaku diduga melakukan aksinya secara spontan tanpa mengenal korban. Namun, pernyataan tersebut menuai penolakan keras dari keluarga korban dan masyarakat Nias. Mereka menilai penyelidikan belum dilakukan secara menyeluruh dan belum menyentuh akar persoalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gambar,Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendra Lesmana, S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Reskrim Kompol Risqi Akbar, S.I.K. dan Kabag SDM Rusdi, S.H., M.H., konferensi pers

Tokoh masyarakat Nias di Tanjung Morawa, Samahati Zega, menegaskan bahwa hingga saat ini penanganan kasus tersebut masih menyisakan banyak tanda tanya. Ia mendesak agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.

“Kasus ini jangan dibiarkan menggantung. Kami menunggu kejelasan terutama soal motif pembunuhan yang sampai sekarang belum terungkap. Aparat harus bekerja objektif dan profesional,” tegas Samahati Zega, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga:  Diduga Langgar UU Migas, SPBU No. 14.293651 Terancam Pidana Berat Akibat Salurkan Bio Solar Subsidi ke Angkutan Batu Bara
Gambar, Tokoh masyarakat Nias di Tanjung Morawa, Samahati Zega bersama julius giawa saat diwawancarai.

Lebih lanjut, Samahati juga menolak hasil konferensi pers Polresta Deli Serdang yang disampaikan pada 2 Oktober lalu. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak menjawab substansi permasalahan dan justru menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. “Kami menolak keras hasil konferensi pers itu karena tidak sesuai dengan fakta lapangan. Publik butuh kejelasan, bukan asumsi,” ujarnya tegas.

Samahati juga mempertanyakan sikap penyidik yang hingga kini belum menahan rekan pelaku yang membonceng saat kejadian serta belum mengamankan barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan dalam peristiwa tersebut. “Penyidik harus profesional. Jangan sampai ada kesan melindungi pihak tertentu,” tambahnya.

Para tokoh masyarakat Nias berharap Kapolda Sumatera Utara dapat turun langsung mengawasi penanganan kasus ini agar proses hukum berjalan sesuai prosedur dan bebas dari intervensi. Mereka juga menyerukan perhatian khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memastikan keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.

Kasus pembunuhan akibat lemparan batu di Tanjung Morawa ini sebelumnya mengguncang publik lantaran korban tewas secara tragis dan tanpa motif yang jelas. Spekulasi mengenai latar belakang peristiwa itu pun terus berkembang di masyarakat.

Kini, sorotan publik tertuju pada langkah Polresta Deli Serdang dalam menuntaskan penyelidikan, mengungkap motif sebenarnya, serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di wilayah Sumatera Utara.

Penulis : Redaksi

Satu tanggapan untuk “Tokoh Masyarakat Pulau Nias di Tanjung Morawa Desak Polresta Deli Serdang Ungkap Motif Pembunuhan Lemparan Batu”

  1. Proses kasus ini secara transparan dan tangkap semua yang terlibat terutama yang membawa kereta pelaku dan sita barang bukti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Kunjungi RSU Sinar Husni, Dorong Sinergi Tingkatkan Pelayanan Medis
Berita ini 283 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB