Sumatera Utara // krimsusnewstv.id — Wacana pembentukan Provinsi Kepulauan Nias kembali menguat dan dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab berbagai ketertinggalan pembangunan, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di wilayah Kepulauan Nias. (27/01/2026)
Wakil Ketua Umum KNPI Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pembentukan provinsi baru tersebut. Menurutnya, Kepulauan Nias memiliki karakteristik geografis dan sosial yang membutuhkan perhatian serta pendekatan pembangunan yang lebih spesifik dan terfokus.
“Urgensi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias bukan semata-mata soal pemekaran wilayah, tetapi sebagai jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat. Selama ini Nias masih berada dalam kategori daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Jika ingin keluar dari kondisi itu, maka pembentukan provinsi adalah solusi yang realistis,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, dengan status sebagai provinsi, Kepulauan Nias akan memiliki kewenangan dan anggaran yang lebih besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, pelabuhan, fasilitas kesehatan, serta sarana pendidikan yang layak dan merata.
Selain itu, Wakil Ketua Umum KNPI Sumut juga menekankan pentingnya memperhatikan hegemoni dan aspirasi masyarakat lokal, serta melibatkan seluruh unsur—mulai dari tokoh adat, pemuda, akademisi, hingga pemerintah daerah—dalam proses pembentukan provinsi tersebut.
“Seluruh unsur harus dilibatkan secara serius dan matang. Jangan sampai pembentukan provinsi ini justru menimbulkan persoalan baru. Prinsip utamanya adalah kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai pembentukan Provinsi Kepulauan Nias juga akan membuka peluang besar bagi pengembangan sektor ekonomi, khususnya pariwisata bahari, budaya, dan potensi kelautan, yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
“Dengan pengelolaan yang mandiri dan fokus, Kepulauan Nias diyakini mampu menjadi wilayah yang maju, berdaya saing, dan sejajar dengan daerah lain di Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Julius Giawa
Editor : Redaksi













