Banjarbaru // krimsusnewstv.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi pembentukan generasi masa depan saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Sentra Budi Luhur, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (3/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, Wiyagus menyampaikan apresiasi terhadap sistem pembelajaran yang dinilai berhasil membangun disiplin dan kemandirian siswa sejak dini.
“Pendidikan karakternya dapat. Mereka sudah mengerti tentang disiplin, keteraturan, ketertiban. Dari mulai bangun sampai tidur, proses belajarnya juga tadi kita lihat bersama,” ujar Wiyagus setelah meninjau langsung kegiatan belajar para siswa.
Menurutnya, pendidikan karakter di Sekolah Rakyat berjalan sejalan dengan modernisasi pendidikan. Para siswa telah diperkenalkan pada pembelajaran berbasis digital, sebuah langkah yang dinilainya sebagai investasi penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. “Mereka akan menentukan masa depan Indonesia yang lebih baik, khususnya menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wiyagus menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang menyediakan fasilitas lengkap bagi anak-anak keluarga kurang mampu. Seleksi penerimaan dilakukan secara ketat untuk memastikan hanya siswa dari kategori ekonomi terendah yang dapat mengakses layanan pendidikan tersebut. “Karena masuk sini itu asesmennya ketat, jadi harus benar-benar orang yang masuk kategori desil 1 dan desil 2,” jelasnya.
Selain meninjau Sekolah Rakyat, Wiyagus dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kalimantan Selatan juga memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Gambut, Kabupaten Banjar. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan, meningkatkan kesejahteraan pelajar, serta memutus rantai kemiskinan melalui program-program strategis yang menyasar kelompok rentan.
Penulis : Julius Giawa
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Puspen Kemendagri













