Warga Desak APH Tuntaskan Dugaan Korupsi di Lingga, Sejumlah Kasus Dinilai Mandek

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 02:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lingga // krimsusnewstv.id – Kamis, 18/12/2025, Kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum (APH) di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, dinilai kian menurun. Sejumlah warga menilai penanganan berbagai dugaan kasus korupsi di daerah berjuluk Bunda Tanah Melayu tersebut terkesan stagnan dan belum menunjukkan kepastian hukum hingga akhir 2025.

Kekecewaan itu disampaikan Rizal, warga Desa Rejai, Kecamatan Senayang. Ia menilai banyak kasus dugaan korupsi yang sempat mencuat ke ruang publik, namun hingga kini belum berujung pada penetapan tersangka maupun proses hukum yang transparan. “Sampai hari ini kami tidak melihat kejelasan. Kasusnya ada, nilainya besar, tapi penanganannya seperti jalan di tempat,” ujar Rizal, Senin (15/12/2025).

Salah satu kasus yang disorot adalah dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Kabupaten Lingga tahun anggaran 2020–2021 dengan nilai diperkirakan mencapai Rp25 miliar. Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga sempat menyampaikan bahwa perkara tersebut akan dinaikkan ke tahap penyidikan. Namun hingga Selasa (16/12/2025), belum ada informasi resmi mengenai perkembangan lanjutan kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain bansos, publik juga mempertanyakan kelanjutan penanganan dugaan penyimpangan pengadaan tanaman bonsai yang sempat viral dan disebut-sebut melibatkan istri Bupati Lingga, Maratusholeha. Kasus ini sempat menyita perhatian publik, namun kini dinilai menghilang tanpa kejelasan.

Tak hanya itu, dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di sejumlah desa juga menjadi sorotan masyarakat. Rizal menyebut, hingga saat ini belum terdengar adanya pemeriksaan terhadap kepala desa terkait dugaan tersebut.

Baca Juga:  Sekdes Juhar Terima Silaturahmi Insan Pers, Perkuat Sinergi Dukung Kinerja Pemerintah Desa

Kasus lain yang juga dipertanyakan adalah dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta dugaan penggunaan kuitansi fiktif yang disebut-sebut terjadi saat Safaruddin menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lingga.

Rizal juga menyinggung dugaan keterlibatan mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lingga yang kini menjabat di salah satu instansi strategis daerah. Menurutnya, sejumlah persoalan yang diduga melibatkan yang bersangkutan tidak pernah berujung pada proses hukum. “Sebagai putra daerah, saya berharap aparat penegak hukum benar-benar serius dan berani menuntaskan dugaan korupsi di Lingga, siapa pun yang terlibat,” tegasnya.

Nada serupa disampaikan sumber lain yang enggan disebutkan identitasnya. Ia mempertanyakan konsistensi dan independensi APH dalam menangani kasus-kasus yang dinilai menyentuh lingkaran kekuasaan. “Ada apa sebenarnya? Apakah ada tekanan atau kepentingan tertentu? Ini yang membuat publik bertanya-tanya,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi Kejaksaan Negeri Lingga serta pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan resmi mengenai perkembangan penanganan berbagai dugaan kasus tersebut, sebagai bagian dari pemenuhan asas keberimbangan dan praduga tak bersalah.

Penulis : Tim/red

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB