Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Resang Tuntas, Warga Desak Keadilan dan Transparansi

- Penulis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 04:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"ads_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"f0983fad0e074f6b8eecd832b362e22a","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Lingga // krimsusnewstv.id – Kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, kini memasuki babak akhir setelah mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Masyarakat pun menuntut keadilan dan transparansi atas penggunaan dana desa yang selama ini dinilai tidak tepat sasaran.

Akar Permasalahan

Kasus ini mencuat setelah warga menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan keuangan desa. Dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut dilaporkan secara resmi oleh masyarakat ke aparat penegak hukum. Laporan itu menjadi pintu masuk bagi pihak berwenang untuk melakukan inspeksi dan penyelidikan mendalam terhadap penggunaan dana desa selama beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan dan Dugaan Pelanggaran

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ditemukan adanya indikasi kuat penyelewengan dana desa yang melibatkan oknum kepala desa. Sejumlah program pembangunan desa diduga fiktif, sementara sebagian dana dialihkan untuk kepentingan pribadi.

Selain itu, masyarakat juga mengungkapkan adanya penunggakan pembayaran honor RT/RW serta ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan sosial yang seharusnya diberikan kepada warga kurang mampu.

Suara dari Warga

Masyarakat Desa Resang dengan tegas menuntut agar proses hukum berjalan secara terbuka dan adil. Mereka meminta aparat penegak hukum untuk tidak tebang pilih dan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat. “Kami ingin keadilan ditegakkan. Dana desa adalah hak masyarakat, bukan untuk dipakai seenaknya,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat kepada tim krimsusnewstv.id.

Baca Juga:  Kehabisan Minyak? PLN Putus Arus Listrik di Lima Desa, Warga Mengeluh Selama 5 Hari – Aktivis: “Ini Tragis!”

Langkah Aparat

Pihak berwenang telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan audit terhadap penggunaan dana desa tersebut. Kasus ini disebut akan segera memasuki tahap penetapan tersangka setelah seluruh alat bukti dinyatakan lengkap.

Aparat penegak hukum menegaskan komitmennya untuk menangani perkara ini secara profesional dan transparan, guna memastikan tidak ada penyalahgunaan kewenangan dalam proses hukum.

Harapan Akan Keadilan

Masyarakat berharap kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh perangkat desa di Kabupaten Lingga dan daerah lainnya agar lebih berhati-hati serta transparan dalam mengelola anggaran publik. “Kami tidak ingin kasus seperti ini terulang. Pemerintah desa harus kembali membangun kepercayaan masyarakat,” tambah warga lainnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa dana desa merupakan instrumen penting untuk pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab moral dan hukum bagi setiap penyelenggara pemerintahan desa.

Penulis : Zailani

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Warga Desa resang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru