Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Pemerintah Percepat Penyaluran Dana Otsus dan Penguatan Kapasitas Daerah Papua

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"ads_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"2718f503228c4c348cca0f43dd8fa09b","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Manokwari // krimsusnewstv.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus) serta memperkuat kapasitas pemerintah daerah (Pemda) di Tanah Papua. Pernyataan ini disampaikan Ribka saat menghadiri Rapat Pleno Badan Pengarah Papua (BPP) atau Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) di Kantor KPPN Manokwari, Papua Barat, Selasa (4/11/2025).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, serta dihadiri Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, anggota BP3OKP perwakilan provinsi, dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otsus Papua. Fokus pembahasan meliputi penguatan tata kelola fiskal, percepatan pembangunan ekonomi, peningkatan layanan dasar, pengembangan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua.

Wamendagri Ribka menekankan bahwa tata kelola Dana Otsus perlu direformasi agar lebih transparan, tepat sasaran, dan mampu memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah. Menurutnya, percepatan penyaluran Dana Otsus hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi erat antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendorong peningkatan kapasitas SDM pengelola keuangan daerah melalui capacity building, agar persyaratan penyaluran dana dapat segera terpenuhi dan pelaksanaan kebijakan fiskal daerah berjalan efektif serta akuntabel,” tegas Ribka.

Dalam rapat tersebut juga disorot kondisi ekonomi di Papua Tengah dan Papua Barat yang masih mencatatkan pertumbuhan negatif. Ribka menilai, pemerintah pusat perlu memberikan pendampingan khusus serta kebijakan afirmatif yang dapat menggerakkan sektor riil dan memperkuat fondasi ekonomi lokal berbasis potensi wilayah.

Baca Juga:  Kapolres Nias Hadiri Panen Jagung Serentak Quartal III Bersama Kapolri via Zoom

“Diperlukan strategi untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi wilayah agar masyarakat Papua memperoleh manfaat langsung dari pembangunan,” ujarnya.

Selain ekonomi, Ribka turut menyoroti keterbatasan layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua (OAP). Ia menyebut fasilitas kesehatan dasar, ambulans, dan layanan kesehatan bergerak (mobile clinic) masih belum memadai.

“Pemerintah akan memperluas program Cek Kesehatan Gratis serta mempercepat pembangunan rumah sakit rujukan vertikal agar dapat menjangkau masyarakat di wilayah terpencil,” imbuhnya.

Dalam sektor infrastruktur, Ribka menegaskan pentingnya integrasi lintas sektor dalam pembangunan jalan Trans-Papua, pembangkit listrik, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terintegrasi, dan pusat rujukan kesehatan. Ia juga mendorong agar perusahaan milik OAP dilibatkan dalam proyek strategis untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Forum ini turut membahas pengembangan SDM lokal melalui rekrutmen tenaga kesehatan dan pendidik, serta pelatihan berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Sebagai informasi, forum tersebut bertujuan untuk memetakan persoalan pembangunan di Tanah Papua, sekaligus merumuskan langkah strategis dan koordinatif antara pemerintah pusat dan Pemda. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas aparatur daerah, mengoptimalkan penggunaan Dana Otsus, dan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Papua.

Penulis : Julius Giawa

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Puspen Kemendagri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru