Rejai, Kepri // krimsusnewstv.id — Alat mesin desa (amdes) milik Desa Rejai yang mengalami kerusakan sejak Desember 2024 hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi ini membuat fasilitas tersebut tidak dapat digunakan masyarakat, padahal amdes tersebut sangat vital untuk kebutuhan warga, mulai dari aktivitas pertanian hingga keperluan darurat seperti membawa orang sakit. Jum’at, (07/11/2025)
Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Desa Rejai diketahui telah mengalokasikan dana sebesar Rp25.000.000 untuk perbaikan amdes tersebut. Namun memasuki penghujung tahun, tidak terlihat progres berarti di lapangan.
Sejumlah warga mengaku kecewa atas lambannya penanganan kerusakan amdes ini. Mereka menilai pemerintah desa seharusnya menjadikan perbaikan fasilitas publik tersebut sebagai prioritas, mengingat kegunaannya yang sangat mendesak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari Desember 2024 amdes itu rusak, sampai sekarang tidak bisa dipakai. Sudah ada anggarannya, tapi belum juga diperbaiki. Kami masyarakat sangat membutuhkan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Ungkapan serupa disampaikan warga Desa Rejai lainnya, Rizal. Ia menilai pemerintah desa harus segera bertindak karena amdes tersebut sangat dibutuhkan dalam situasi darurat.
“Harapan kami pemerintah desa segera memperbaiki amdes, karena anggarannya sudah ada. Kami sangat membutuhkan untuk bawa orang sakit rujukan ke Tanjung Pinang, dan juga untuk jemput jenazah bila ada warga yang meninggal di sana,” ucap Rizal.
Saat dikonfirmasi, perangkat desa belum memberikan penjelasan resmi terkait realisasi anggaran maupun kendala yang menyebabkan perbaikan tak kunjung dilakukan. Minimnya informasi ini membuat masyarakat mempertanyakan transparansi pengelolaan dana desa.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Rejai belum memberikan keterangan mengenai penyebab keterlambatan perbaikan maupun kepastian kapan amdes tersebut akan kembali berfungsi.
Warga berharap pemerintah desa memberikan kejelasan serta segera menindaklanjuti perbaikan agar fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat itu dapat kembali digunakan.
Penulis : Rizal
Editor : Redaksi













