Pemprov DKI Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said, Simbol Proyek Gagal Akhirnya Disingkirkan

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Selatan // krimsusnewstv.id Setelah bertahun-tahun menjadi “monumen kegagalan” di jantung ibu kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mulai membongkar tiang-tiang monorel di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (20/01/2026).

Pembongkaran ini dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan jalan sekaligus upaya meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di salah satu koridor tersibuk Jakarta. Pantauan di lapangan pada pukul 06.30 WIB menunjukkan arus lalu lintas dari dua arah masih relatif lancar, meski deretan tiang beton raksasa masih berdiri membatasi lajur lambat dan cepat menuju Mampang Prapatan.

Tiang-tiang monorel tersebut selama ini menjadi simbol proyek infrastruktur mangkrak yang gagal memberi manfaat bagi publik. Kondisinya pun memprihatinkan. Di sekitar Stasiun LRT Rasuna Said, tiang-tiang ditopang beton berbentuk kotak dengan besi menjulang tinggi dalam kondisi berkarat. Sebagian tiang lainnya lebih pendek dengan beton penyangga rendah, bahkan ada yang dililit tanaman liar dan ditempeli papan petunjuk arah SPBU—menunjukkan lamanya proyek ini terbengkalai tanpa kejelasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, hingga Rabu pagi, belum tampak satu pun alat berat di lokasi pembongkaran, menimbulkan tanda tanya publik soal keseriusan dan kecepatan eksekusi proyek penataan tersebut.

Baca Juga:  Diduga Kades Tak Mampu Klarifikasi, Penggunaan Dana Desa Mekar Sari Asahan 2025 Jadi Sorotan Publik

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menjelaskan bahwa proses pembongkaran inti akan dilakukan pada malam hari guna meminimalkan dampak terhadap pengguna jalan. “Pembongkaran dilakukan malam hari saat volume kendaraan rendah. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional, namun personel Ditlantas tetap disiagakan penuh,” ujarnya.

Sementara itu, mulai pukul 08.30 WIB, Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan Rasuna Said untuk mengantisipasi aktivitas pendukung pembongkaran.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Ia juga meluruskan berbagai informasi simpang siur terkait anggaran yang sempat beredar di publik.

“Ini bagian dari penataan kota dan pemulihan ruang publik. Kita ingin memastikan Jakarta bebas dari proyek mangkrak yang hanya menjadi beban visual dan fungsional,” tegas Pramono.

Meski demikian, pembongkaran ini sekaligus membuka kembali luka lama soal lemahnya perencanaan proyek infrastruktur di masa lalu. Publik kini menuntut agar pemerintah daerah tidak hanya membersihkan sisa kegagalan, tetapi juga memastikan setiap proyek ke depan benar-benar matang, transparan, dan berpihak pada kepentingan warga.

Penulis : Khoirul Rahman Sidiq

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 16 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB