Demak, Jawa Tengah // krimsusnewstv.id – 05 maret 2026, Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berskala besar terungkap di wilayah Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan ribuan liter solar subsidi ditemukan oleh tim investigasi media pada Sabtu sore (28/02/2026).
Temuan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah atas dugaan kelangkaan solar bagi nelayan setempat. Saat dilakukan penelusuran ke lokasi, tim mendapati deretan drum plastik segi empat jenis IBC Tank berkapasitas ribuan liter dalam kondisi terisi penuh solar.
Keterlibatan nama Inisial “D” Di lokasi, salah seorang pekerja mengakui bahwa gudang tersebut dikelola oleh pria berinisial (D). Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci alur distribusi BBM tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya hanya bekerja. Setahu saya ini milik Mas D. Kalau mau ketemu beliau, silakan ke SPBN di Moro Demak,” ujarnya singkat.
Berdasarkan keterangan tersebut, solar yang diduga ditimbun berasal dari SPBN di wilayah Moro, Demak. Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBN yang dimaksud belum memberikan klarifikasi resmi.
Aroma keterlibatan oknum aparat, informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam operasional gudang tersebut.
“Benar itu gudang milik D, tapi di belakangnya ada oknum polisi berinisial (SDM), dan operasionalnya dipercayakan kepada (R) yang juga oknum anggota polisi,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut bukan hanya pelanggaran distribusi BBM subsidi, tetapi juga berpotensi melibatkan penyalahgunaan kewenangan oleh aparat penegak hukum.
Solar subsidi sendiri merupakan BBM yang diperuntukkan bagi sektor tertentu seperti nelayan dan usaha kecil. Dugaan penimbunan dan penyalahgunaan distribusi ini disinyalir menjadi salah satu penyebab kelangkaan solar yang kerap dikeluhkan nelayan di wilayah Demak.
Respons divisi profesi dan pengamanan polri, menanggapi temuan tersebut, tim investigasi telah melakukan komunikasi awal dengan pihak Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Dalam respons awalnya, Propam menegaskan tidak akan tebang pilih dalam menindak anggotanya jika terbukti terlibat.
Pihak Propam mengimbau masyarakat maupun media untuk membuat laporan resmi melalui pelayanan pengaduan Propam dengan melampirkan bukti-bukti pendukung. Apabila ditemukan keterlibatan langsung maupun peran sebagai “backing” terhadap aktivitas ilegal, sanksi tegas dipastikan akan dijatuhkan sesuai ketentuan disiplin dan kode etik kepolisian.
Peringatan untuk satgas berantas mafia migas, penemuan ini menjadi alarm keras bagi Satgas Berantas Mafia Migas untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh. Masyarakat mendesak adanya tindakan konkret guna memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak lagi disalahgunakan oleh mafia migas.
Hingga berita ini ditayangkan, aktivitas di lokasi gudang diduga masih berlangsung dan belum terlihat tindakan tegas dari aparat penegak hukum setempat. Publik kini menunggu langkah nyata Aparat Penegak Hukum (APH) dalam membongkar dan menindak tegas jaringan mafia migas yang dinilai sangat merugikan masyarakat, khususnya nelayan kecil di Kabupaten Demak.
Media ini akan terus melakukan pendalaman dan membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.
Penulis : Tim
Editor : Redaksi













