Polres Tanjung Balai Diduga Lamban Tangani Kasus Pengeroyokan dan Percobaan Pembunuhan Siswa SMA

- Penulis

Sabtu, 13 September 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"ads_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"fc263988867645ae8caaf97553b3a854","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Tanjung Balai // krimsusnewstv.id Penanganan kasus dugaan penganiayaan, pengeroyokan, dan percobaan pembunuhan yang menimpa seorang siswa SMA Negeri 6 Tanjung Balai menuai sorotan. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tanjung Balai diduga lamban dalam menangkap para pelaku meski bukti sudah dianggap cukup kuat.

Menurut keterangan orang tua korban yang berinisial D, peristiwa berdarah ini terjadi pada Senin, 09 September 2025, saat jam istirahat sekolah. Awalnya, terjadi kesalahpahaman antara korban yang bernama Farel dan salah satu pelaku utama. Pelaku kemudian meninggalkan korban sambil mengucapkan ancaman, “Tunggu, nanti kita jumpa.”

Tak lama berselang, sekitar 15 orang datang dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap Farel. Aksi brutal tersebut dilakukan tanpa rasa kemanusiaan. Salah satu pelaku bahkan diduga menggunakan gunting untuk menusuk korban di bagian punggung belakang, sementara bagian tubuh lainnya juga mengalami luka akibat pukulan dan tendangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban yang mengalami luka serius segera dilarikan pihak sekolah ke rumah sakit terdekat. Setelah beberapa hari menjalani perawatan, pihak rumah sakit menyarankan agar korban dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk penanganan lebih lanjut. Namun, karena keterbatasan biaya, orang tua korban terpaksa membawa anaknya pulang ke rumah untuk dirawat seadanya.

Laporan ke Polisi dan Bukti yang Sudah Lengkap

Pada hari yang sama, orang tua korban mendatangi Polres Tanjung Balai untuk melaporkan para pelaku. Mereka juga menyerahkan bukti berupa rekaman CCTV dan foto yang menunjukkan jelas kronologi kejadian. Pihak kepolisian diketahui sudah mendatangi pihak sekolah untuk meminta keterangan, dan pihak sekolah pun telah memberikan informasi lengkap terkait insiden tersebut.

Baca Juga:  Kapolres Nias Pimpin Patroli Skala Besar, Sambangi Warga dan Bagikan Tali Asih

Namun, hingga saat ini belum ada satu pun pelaku yang ditangkap. Bahkan, orang tua korban mengaku sempat menerima pernyataan dari oknum anggota kepolisian yang menyarankan agar kasus ini diselesaikan secara damai. Lebih mengejutkan lagi, orang tua korban juga merasa tersinggung dengan ucapan yang menyebutkan bahwa pihak Unit PPA tidak dapat memberikan uang kepada keluarga korban, yang menurut mereka telah mencederai fungsi dan peran kepolisian.

“Kami tidak mengharapkan uang dari pihak kepolisian. Yang kami harapkan hanyalah keadilan bagi anak kami. Para pelaku harus segera ditangkap karena bukti sudah jelas, ada rekaman CCTV dan keterangan dari pihak sekolah,” tegas D, orang tua korban, dengan nada kecewa.

Media Krimsus Akan Konfirmasi Kapolres

Keterlambatan tindakan dari penyidik Unit PPA Polres Tanjung Balai mendapat perhatian serius dari Pimpinan Media Krimsus News. Rencananya, pihak media akan langsung mengonfirmasi Kapolres Tanjung Balai pada Senin, 15 September 2025, untuk meminta penjelasan terkait perkembangan penanganan kasus ini.

Masyarakat berharap kepolisian dapat segera bergerak cepat dan profesional dalam menangani kasus ini, mengingat korban adalah seorang pelajar yang masih di bawah umur. Lambannya proses hukum dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan segera mendapat kejelasan, agar keadilan dapat ditegakkan dan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Penulis : Julius Giawa

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Tim media krimsus news

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 319 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru