Desa Sei Tualang Pandau Jadi Sorotan Publik, Dugaan Indikasi Korupsi Dana Desa Mencuat

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asahan, Sumatera Utara // krimsusnewstv.id – Desa Sei Tualang Pandau, Kecamatan Sei Payang Barat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, kini menjadi sorotan tajam publik. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan dugaan kuat adanya indikasi penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. 05/01/2025

Sorotan ini bermula dari minimnya perhatian pemerintah desa terhadap aset-aset desa dan fasilitas pelayanan publik. Kantor Kepala Desa Sei Tualang Pandau terlihat tidak terawat. Pendingin ruangan (AC) rusak dan tidak berfungsi, taman PKK terbengkalai, serta sejumlah aset perkantoran diduga tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.

Ironisnya, foto resmi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tidak terpajang di kantor desa, sebuah kelalaian yang dinilai mencederai etika pemerintahan desa. Lebih parah lagi, Kepala Desa, Sekretaris Desa, hingga Bendahara Desa Sei Tualang Pandau tidak dapat dikonfirmasi terkait berbagai temuan tersebut dan terkesan memilih bungkam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, sejumlah persoalan lain turut menguatkan dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa, di antaranya:

  • Tiang listrik di Dusun IV yang digunakan untuk penambahan jaringan listrik diduga berasal dari bahan bekas. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kualitas pekerjaan dan transparansi penggunaan anggaran desa.
  • Jembatan penghubung Desa Sei Lendir–Sei Tualang Pandau dilaporkan rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa dan Camat setempat tidak mendapatkan respons.
  • Kantor Kepala Desa pernah tutup saat jam kerja, sehingga warga kesulitan mengurus administrasi dan pelayanan publik.
  • Bendera Merah Putih di kantor desa tampak kusam dan tidak layak, mencerminkan lemahnya kepedulian terhadap simbol negara.
  • Dugaan penyimpangan Dana Desa pada kegiatan tertentu, termasuk penyelenggaraan Festival Nasyid Desa dan MTQ tingkat desa, yang dinilai tidak transparan dan patut diaudit.
Baca Juga:  Sambangi Pemprov Jabar, Kepala BPSDM Kemendagri Bahas Penguatan Trantibumlinmas dan Pengaktifan Siskamling

Menanggapi hal itu demikian, warga setempat  melontarkan kritik keras kepada Inspektorat, Aparat Penegak Hukum (APH) Tipikor, Kejaksaan, serta Pemerintah Daerah. Mereka mendesak agar dilakukan evaluasi total dan audit menyeluruh Dana Desa Sei Tualang Pandau sejak tahun 2021 hingga 2025.

“Dari hal-hal kecil seperti taman PKK yang terbengkalai saja sudah terlihat indikasi ketidakberesan. Ini harus diaudit secara mendalam dan terbuka,” tegas perwakilan LBH Tipikor Perisai Keadilan Rakyat.

Sementara itu, masyarakat dan aktivis lokal mendesak pemerintah desa dan kecamatan agar tidak lagi menutup diri. Mereka meminta transparansi, keterbukaan informasi publik, serta pertanggungjawaban nyata dalam pengelolaan Dana Desa demi mencegah praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Sei Tualang Pandau belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai tudingan tersebut.

Penulis : Tim/red

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran
Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh
Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan
GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa
Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan
Transisi Kepemimpinan Perumda Mual Na Tio Sarat Kepentingan, Tokoh Pemuda Sumut Paulus Gulo Angkat Bicara
HGU PT SMART Diduga Berakhir, Front Mahasiswa dan Masyarakat KTPHS Desak BPN Labuhanbatu Buka Data
DPW PROJAMIN Sumut Perkuat Konsolidasi Internal dan Peran Strategis Organisasi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 00:59 WIB

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:40 WIB

Diduga Apotek Gelap di Penjaringan Masih Beroperasi, Bos Toko Disebut Kabur ke Aceh

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:34 WIB

Pemilik Toko Ponsel Yang Viral Di Medan Berubah Status dari Pelapor Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Soroti Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum di Medan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:26 WIB

GMNI Kecam Praktik Jual Beli Jabatan Pendamping Desa, Dinilai Rusak Integritas Pembangunan Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:33 WIB

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita

Pers Harus Tetap Jadi Benteng Terakhir Kebenaran

Senin, 9 Feb 2026 - 00:59 WIB