Deli Serdang // krimsusnewstv.id – Sabtu 6 Desember 2025 — Aroma kejanggalan tercium kuat dari proyek pengaspalan di kawasan Simpang Jalan Gudang menuju Jalan Jermal, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan. Warga dibuat heran sekaligus geram lantaran pekerjaan yang telah selesai dikerjakan itu diduga menggunakan anggaran siluman tanpa papan informasi, tanpa transparansi, dan dengan kualitas pengerjaan yang dinilai jauh dari standar.
Upaya tim investigasi untuk menggali informasi di lokasi justru memunculkan tanda tanya yang lebih besar. Para pekerja yang ditemui mengaku tidak mengetahui siapa pengawas maupun konsultan yang seharusnya bertanggung jawab atas proyek tersebut. “Kami hanya pekerja, tidak tahu, Pak,” ujar salah seorang pekerja ketika ditanya mengenai pengawas, konsultan, hingga perusahaan pelaksana proyek.
Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, permukaan jalan yang telah diaspal terlihat dikerjakan secara asal-asalan. Ketebalan aspal tidak merata, sejumlah titik tampak bergelombang, dan sebagian permukaan justru lebih didominasi kerikil daripada campuran aspal berkualitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa proyek itu bahkan terkesan seperti dikerjakan secara tergesa-gesa. “Kerjanya seperti kejar waktu saja. Aspalnya tipis, cepat kering tapi tidak kuat. Kami pun tidak tahu anggarannya dari mana,” ujarnya.
Ketika tim mencoba mengonfirmasi kepada Kepala Desa Saentis, yang bersangkutan tidak berada di kantor sehingga keterangan resmi belum dapat diperoleh.
Dugaan proyek dengan anggaran siluman ini menambah daftar persoalan transparansi pembangunan di desa tersebut. Minimnya informasi, lemahnya pengawasan, serta kualitas pengerjaan yang buruk membuat publik mempertanyakan akuntabilitas pihak-pihak terkait.
Tim investigasi akan terus menelusuri dan mengumpulkan data lebih mendalam untuk memastikan aliran anggaran, pihak pelaksana, serta pertanggungjawaban atas proyek pengaspalan yang kini menjadi sorotan warga Saentis.
Penulis : Tim/red
Editor : Redaksi













