Lingga // krimsusnewstv.id – kamis, 13 November 2025 // Krimsusnewstv.id – Kasus dugaan korupsi dana Desa Resang, Kabupaten Lingga, kembali menjadi sorotan publik. Hingga kini, belum ada kejelasan terkait proses hukum maupun penetapan tersangka atas dugaan penyimpangan anggaran yang dilaporkan sejak beberapa tahun terakhir.
Masyarakat menilai, lambannya penanganan kasus ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap kinerja pemerintah desa, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum. “Kami sudah terlalu lama menunggu kepastian. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” ungkap salah satu warga Resang yang enggan disebutkan namanya kepada Krimsus News TV.
Berdasarkan temuan dan laporan masyarakat, terdapat sejumlah indikasi penyimpangan dana desa dalam beberapa tahun terakhir, antara lain:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Kasus Tambak Udang – Proyek tambak udang yang menggunakan anggaran BUMDes tahun 2023 dibiarkan mangkrak dan tidak dimanfaatkan.
2. Bantuan Langsung Tunai (BLT) – Gaji RT dan RW selama lima bulan pada tahun 2024 belum dibayarkan.
3. Potongan Gaji RT/RW – Ditemukan potongan sebesar Rp50.000 per bulan selama tiga bulan, tanpa penjelasan yang jelas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Lingga maupun aparat penegak hukum mengenai tindak lanjut kasus ini. Situasi tersebut membuat publik bertanya-tanya, apakah ada upaya serius untuk mengungkap dugaan penyalahgunaan dana desa tersebut.
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bertindak cepat, transparan, dan profesional dalam menangani kasus ini. Penegakan hukum yang tegas diyakini dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.
Apakah kasus ini akan kembali tenggelam di meja birokrasi, atau akan menjadi momentum penegakan keadilan di Kabupaten Lingga? Krimsus News TV akan terus mengawal dan menyajikan perkembangan terbaru secara tajam, aktual, dan berimbang.
Penulis : Zainal. A
Editor : Redaksi













