Puluhan Debt Collector ACC Finance Rantauprapat Diduga Mengeroyok Dua Wartawan, Polisi Tangani Kasus

- Penulis

Jumat, 19 September 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu // krimsusnewstv.id – Aksi arogansi oknum debt collector kembali mencoreng citra dunia pembiayaan. Puluhan pria yang diduga debt collector atau mata elang dari perusahaan pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) Finance Rantauprapat terlibat pengeroyokan terhadap dua insan pers di depan kantor ACC Finance, Jalan Sisingamangaraja, Labuhanbatu, Sumatera Utara. Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan menjadi sorotan nasional. Jumat (19/09/2025)

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak beberapa pria berseragam mata elang bersitegang dengan dua wartawan hingga berujung pada aksi kekerasan. Korban pengeroyokan adalah Andi Putra Jaya Zandroto, Satgasus Mitramabesnews.id, dan Ahmad Idris Rambe, Pimpinan Redaksi Radarkriminaltv.com.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berawal dari Cegah Penarikan Paksa

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi saat kedua wartawan mencoba mencegah penarikan paksa kendaraan yang diduga dilakukan tanpa prosedur hukum yang sah. Bukannya menghentikan aksinya, oknum debt collector justru melakukan tindak kekerasan terhadap para wartawan.

“Korban hanya berusaha melaksanakan tugas jurnalistik dan mengingatkan bahwa penarikan kendaraan harus sesuai aturan hukum. Namun yang terjadi justru kekerasan dan pengeroyokan,” ujar salah satu saksi mata di lokasi kejadian.

Melanggar Putusan Mahkamah Konstitusi

Praktik penarikan kendaraan oleh debt collector tanpa mekanisme hukum yang jelas melanggar Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 18/PUU-XVII/2019. Dalam putusan tersebut ditegaskan bahwa barang jaminan fidusia hanya dapat ditarik melalui kesepakatan sukarela antara debitur dan kreditur. Jika debitur menolak, maka perusahaan pembiayaan wajib mengajukan gugatan ke pengadilan.

Pemerhati hukum di Labuhanbatu menilai tindakan ACC Finance dan oknum debt collector tersebut sebagai pelanggaran serius. “Debt collector tidak memiliki kewenangan untuk melakukan kekerasan ataupun penarikan paksa. Jika debitur menolak, harus ada penetapan pengadilan. Apa yang terjadi ini jelas melawan hukum dan merugikan masyarakat,” ujarnya.

Pelaporan ke Polres Labuhanbatu

Usai dikeroyok, kedua wartawan langsung menghubungi Call Center Polisi 110 untuk meminta pertolongan. Keduanya kemudian dievakuasi ke tempat aman dan segera membuat laporan resmi ke Polres Labuhanbatu.

Baca Juga:  GMNI Gunungsitoli–Nias Soroti Penanganan Kasus Kekerasan Anak di Unit PPA Polres Nias

Kasus ini kini tengah ditangani pihak kepolisian dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : LP/B/1137/IX/2025/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA. Kapolres Labuhanbatu memastikan pihaknya akan memproses laporan ini secara profesional dan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk manajemen ACC Finance dan para debt collector yang terlibat.

Ancaman Hukuman Berat

Tindakan pengeroyokan terhadap wartawan ini bukan hanya pelanggaran hukum pidana, tetapi juga pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 18 ayat (1) UU Pers mengatur bahwa siapa pun yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik dapat dipidana penjara maksimal 2 tahun atau denda Rp500 juta. Pasal 170 KUHP menjerat pelaku pengeroyokan dengan ancaman pidana penjara hingga 5 tahun 6 bulan.

Desakan Tindak Tegas

Berbagai organisasi pers dan pemerhati hukum mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku serta memeriksa manajemen ACC Finance Rantauprapat. “Kekerasan terhadap wartawan adalah serangan terhadap kebebasan pers. Polisi harus bergerak cepat agar kasus ini tidak menjadi preseden buruk dan tidak memicu ketakutan di kalangan jurnalis,” tegas salah satu aktivis pers di Sumatera Utara.

Premanisme Berkedok Penagihan Utang

Kasus ini kembali membuka sorotan terhadap praktik premanisme berkedok penagihan utang yang marak terjadi di berbagai daerah. Perusahaan pembiayaan dinilai lalai dalam mengawasi tindakan para debt collector yang mereka pekerjakan.

Masyarakat berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar penagihan kredit dilakukan sesuai aturan hukum, tanpa kekerasan, dan tetap menghormati hak konsumen.

Polres Labuhanbatu kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap dalang di balik pengeroyokan ini. Publik menunggu langkah tegas aparat dalam menindak para pelaku dan memastikan keadilan bagi korban.

Penulis : Julius Giawa

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru