Warga Duri Pulo Gambir Tolak UGR Tol Semanan–Sunter, Nilai Ganti Rugi Dinilai Jauh di Bawah Harga Pasar

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Pusat // krimsusnewstv.id — Puluhan warga Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menggelar aksi penolakan terhadap besaran Uang Ganti Rugi (UGR) pembebasan lahan proyek Tol Semanan–Sunter, Rabu (15/1/2026). Warga menilai nilai kompensasi yang ditetapkan tidak mencerminkan harga pasar dan mengabaikan aspek keadilan sosial.

Aksi yang berlangsung di tengah hujan tersebut diwarnai dengan bentangan spanduk dan poster bernada protes. Salah satu poster yang menarik perhatian bertuliskan, “Harga sesuai pasar, bro. Bukan sesuai jidat, eloh. Tolak harga murah! Naikkan UGR sekarang!”.

Warga menyebut penetapan UGR dilakukan secara sepihak dan tidak mempertimbangkan nilai ekonomis tanah serta bangunan yang telah mereka tempati selama puluhan tahun. Selain sebagai tempat tinggal, sebagian besar lahan tersebut juga menjadi sumber mata pencaharian warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“UGR yang ditawarkan sangat tidak manusiawi. Kami tidak menolak pembangunan, tetapi negara wajib menghargai hak warga. Ganti rugi harus layak dan sesuai harga pasar,” tegas salah satu perwakilan warga saat berorasi menggunakan pengeras suara.

Baca Juga:  Bupati Nias Barat Larang Penimbunan dan Kenaikan Harga Selama Masa Bencana

Aksi penolakan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh lingkungan hingga perwakilan komunitas warga terdampak. Mereka mendesak pemerintah dan pihak pelaksana proyek untuk membuka ruang dialog serta melakukan peninjauan ulang terhadap besaran UGR yang telah ditetapkan.

Warga menegaskan, pembangunan infrastruktur strategis tidak boleh mengorbankan rakyat kecil. Mereka menuntut proses pembebasan lahan yang transparan, adil, serta menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial.

Hingga aksi berlangsung, belum terlihat respons resmi dari pihak pemerintah maupun pelaksana proyek Tol Semanan–Sunter. Warga menyatakan akan terus melakukan perlawanan dan upaya lanjutan apabila tuntutan penyesuaian UGR tidak segera ditindaklanjuti secara serius.

Penulis : Barkah S.

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru