Dukungan Menguat, Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias Jadi Aspirasi Bersama

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias Raya // krimsusnewstv.id – Gelombang dukungan terhadap pemekaran Provinsi Kepulauan Nias kembali menguat dan menjadi aspirasi kolektif masyarakat di wilayah kepulauan maupun diaspora Nias di berbagai daerah. Seruan tersebut mencuat sebagai respons atas kebutuhan percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di kawasan kepulauan yang selama ini berada di bawah administrasi Sumatera Utara (20/02/2026)

Empat kabupaten dan satu kota di Nias Raya—yakni Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, serta Kabupaten Nias Barat—disebut menyatakan komitmen bersama untuk memperjuangkan terbentuknya provinsi baru yang berdiri sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aspirasi Lama yang Kembali Menguat

Wacana pemekaran Kepulauan Nias bukanlah isu baru. Sejak lebih dari satu dekade lalu, tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan telah menyuarakan pentingnya status administratif yang lebih mandiri.

Secara geografis, Kepulauan Nias terpisah oleh lautan dari daratan utama Sumatera. Kondisi ini dinilai menimbulkan tantangan tersendiri dalam distribusi anggaran, pengawasan proyek, hingga efektivitas layanan kesehatan dan pendidikan.

Adv. Paulus Peringatan Gulo, S.H., M.H., C.Md., C.Vapol., tokoh pemuda Sumatera Utara asal Nias, menegaskan bahwa pemekaran harus dipahami sebagai langkah strategis.

“Pemekaran bukan sekadar pemisahan wilayah administratif, tetapi upaya percepatan kesejahteraan dan efektivitas pembangunan di Kepulauan Nias,” ujarnya kepada awak media.

Soliditas Empat Kabupaten dan Satu Kota

Dukungan terhadap pembentukan Provinsi Kepulauan Nias disebut berlangsung solid dan serentak. Pemerintah daerah, DPRD, tokoh adat, dan elemen masyarakat sipil dinilai berada dalam satu barisan untuk mengawal proses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Wilayah Nias Raya dinilai memiliki potensi sumber daya yang cukup kuat, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pertanian, hingga pariwisata. Pantai Sorake yang dikenal dunia internasional, potensi perikanan tangkap, serta geliat UMKM lokal disebut sebagai modal strategis menuju kemandirian fiskal daerah.

Selain itu, masyarakat Nias di perantauan turut berperan aktif melalui konsolidasi, diskusi publik, hingga advokasi agar aspirasi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan DPR RI.

Baca Juga:  Keluhan Warga Alasa Soal Pelayanan RSUD Thomsen, Bayi Pasien BPJS Meninggal Dunia Usai Persalinan

Tantangan Regulasi dan Moratorium DOB

Secara regulasi, pembentukan daerah otonomi baru harus memenuhi persyaratan administratif, teknis, dan kewilayahan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan tentang pemerintahan daerah.

Moratorium pemekaran daerah otonomi baru (DOB) yang masih berlaku menjadi tantangan utama. Namun, para penggagas menilai Kepulauan Nias memiliki karakteristik khusus sebagai wilayah kepulauan yang layak mendapat perhatian dan evaluasi objektif dari pemerintah pusat.

Seorang akademisi asal Nias menyebut bahwa perjuangan ini bukan semata tuntutan politik, melainkan kebutuhan objektif demi efektivitas tata kelola pemerintahan.

Proyeksi Dampak Strategis

  • Apabila Provinsi Kepulauan Nias terbentuk, sejumlah dampak strategis diproyeksikan, antara lain :
  • Percepatan pembangunan infrastruktur – Jalan, pelabuhan, dan fasilitas publik lebih terfokus.
  • Peningkatan kapasitas anggaran – Potensi dana transfer pusat sebagai provinsi.
  • Pelayanan publik lebih responsif – Pengambilan kebijakan tidak lagi terpusat di Medan.
  • Penguatan identitas budaya dan ekonomi lokal – Tradisi dan adat Nias dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata global.

Meski demikian, sejumlah kalangan mengingatkan pentingnya kajian mendalam agar pemekaran tidak menimbulkan beban fiskal baru atau persoalan tata kelola di kemudian hari.

Momentum Kebangkitan Nias Raya

Soliditas empat kabupaten dan satu kota menunjukkan bahwa isu pemekaran telah berkembang menjadi aspirasi kolektif masyarakat Nias Raya. Dukungan masyarakat lokal dan diaspora menjadi kekuatan moral sekaligus politik dalam mendorong realisasi provinsi baru.

Kini, perhatian tertuju pada pemerintah pusat dan DPR RI untuk membuka ruang dialog dan evaluasi resmi. Masyarakat berharap perjuangan ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi berlanjut pada langkah konkret demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias bukan sekadar perubahan batas administratif, melainkan simbol tekad bersama untuk menentukan masa depan yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan bagi generasi mendatang.

Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:39 WIB

Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga

Berita Terbaru

Uncategorized

Judul Berita

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:10 WIB