Kaperwil Jambi Media Krimsus News TV Soroti Kurangnya Perhatian Pemerintah Kabupaten Tebo terhadap Penerangan Warga RT.01 Muara Kilis

- Penulis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"image_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"aa4a6d2cdbbd4f749200e89ec29d312f","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

Tebo // krimsusnewstv.id — Minggu, 19 Oktober 2025. Minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Tebo terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari Kaperwil Jambi Media KrimsusNewsTV, M. Harefa, yang menyoroti kondisi warga RT.01 Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, yang hingga kini belum menikmati fasilitas penerangan jalan dan rumah yang layak.

Dalam kunjungannya pada Minggu (19/10/2025) sekitar pukul 00.10 WIB, Harefa mendapati sejumlah warga yang mengeluhkan tidak adanya lampu penerangan dari pemerintah. Padahal, lokasi permukiman warga hanya berjarak sekitar 600 meter dari lintas Bungo–Jambi, namun seolah “hilang dari pantauan” pihak berwenang. “Kami warga RT.01 merasa sedih karena jarang diperhatikan pemerintah. Kami seperti tidak dianggap berguna bagi negara ini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut keterangan warga, mereka bahkan harus mengeluarkan biaya pribadi untuk pemasangan tiang dan lampu listrik, padahal seharusnya hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui program pembangunan infrastruktur dasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harefa menilai bahwa minimnya penerangan bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. “Pemasangan lampu warga sangat berdampak bagi kemajuan daerah yang masih tertinggal. Anak-anak butuh penerangan untuk belajar di malam hari. Penerangan juga dapat meningkatkan produktivitas dan keamanan lingkungan,” tegas Harefa.

Baca Juga:  Diduga Perampokan, Warga Jambi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kamar Tidurnya

Sementara itu, seorang warga berinisial M, menambahkan bahwa pihaknya pernah mengusulkan bantuan penerangan ke pemerintah desa, namun hingga kini belum terealisasi dengan alasan keterbatasan anggaran. “Kami sudah sampaikan ke pemerintah desa, tapi katanya biaya pemasangan terlalu besar. Padahal kami warga selalu ikut kewajiban — membayar pajak dan berpartisipasi dalam kegiatan desa,” ujar M.

Melihat kondisi tersebut, Harefa mendesak Bupati Tebo, Agus Rubianto, AR, untuk segera turun tangan dan mencari solusi konkret agar kebutuhan dasar masyarakat di RT.01 Desa Muara Kilis dapat terpenuhi. “Pemerintah seharusnya punya kebijakan untuk memprioritaskan dana APBD bagi kebutuhan masyarakat, bukan malah membebankan biaya kepada warga,” tutup Harefa.

Warga berharap agar Pemerintah Kabupaten Tebo tidak menutup mata terhadap kondisi mereka yang masih hidup dalam keterbatasan penerangan. Pemasangan lampu bukan hanya soal terang, tetapi juga simbol perhatian dan kehadiran negara di tengah masyarakat kecil.

Penulis : Me Alan Joko Harefa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Suami Habisi Istri Secara Sadis, Polisi Ungkap Kasus Kurang dari 3 Jam di Tanjungpinang
Aspal Ramadan Kembali Telan Korban, Diduga Tabrak Lari di Jalan Raya Desa Pendalian
Warga Dolok Maraja Simalungun Resah, Penampungan Getah Diduga Ilegal dan Berasal dari Hasil Curian
GM-PON Tolak Penyempurnaan SE Wali Kota Medan No: 500.7.1/1540, Desak Dicabut Total
ELDARA Apresiasi Langkah Bupati Nias Utara di Forum Nasional, Dorong Percepatan Lepas dari Status Daerah Tertinggal
Dugaan Mafia Getah di Serdang Bedagai, Nama Oknum Internal PT Bridgestone Terseret
RESPON PLN KAMPAR HULU DINILAI TAK PROFESIONAL, LISTRIK PADAM 9 JAM AKIBAT POHON TUMBANG
Ketua Kelompok Tani Warga Muara Pantun Dusun Tiga Ungkap Dugaan Perusakan Sawit oleh PT EMAS, Warga Samarapan Mengadu
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:17 WIB

Diduga Suami Habisi Istri Secara Sadis, Polisi Ungkap Kasus Kurang dari 3 Jam di Tanjungpinang

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:03 WIB

Aspal Ramadan Kembali Telan Korban, Diduga Tabrak Lari di Jalan Raya Desa Pendalian

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:58 WIB

Warga Dolok Maraja Simalungun Resah, Penampungan Getah Diduga Ilegal dan Berasal dari Hasil Curian

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:07 WIB

GM-PON Tolak Penyempurnaan SE Wali Kota Medan No: 500.7.1/1540, Desak Dicabut Total

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:44 WIB

ELDARA Apresiasi Langkah Bupati Nias Utara di Forum Nasional, Dorong Percepatan Lepas dari Status Daerah Tertinggal

Berita Terbaru