Kodaeral I/Belawan Laksda TNI Deny Septiana Diskusi Strategis Bersama Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Sistem Pertahanan dan Tata Kelola Kelembagaan

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 02:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan // krimsusnewstv.id – Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) I/Belawan, Deny Septiana, menerima kunjungan dan berdiskusi bersama Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, Firman Jaya Daeli, pada Jumat (20/2/2026). Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Dankodaeral, Medan, Sumatera Utara. 22/02/2026

Diskusi tersebut membahas berbagai isu strategis, khususnya penguatan sistem pertahanan negara, kapasitas kelembagaan, serta sinergi antara unsur pertahanan dan pemangku kepentingan kebijakan publik di bidang politik dan hukum.

Sebagai Dankodaeral I/Belawan, Laksda TNI Deny Septiana memimpin wilayah kerja yang meliputi Provinsi Aceh, sebagian wilayah Sumatera Utara, serta Provinsi Riau. Jabatan tersebut merupakan posisi struktural TNI Angkatan Laut dengan pangkat perwira tinggi bintang dua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1992 itu sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Strategis di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun tata kelola pertahanan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika kawasan.

Dalam keterangannya, Firman Jaya Daeli menilai kepemimpinan Laksda TNI Deny Septiana bertumpu pada pengalaman dan kematangan dalam mengelola organisasi strategis. Ia menekankan pentingnya sistem meritokrasi dalam pembangunan sistem pertahanan negara.

Baca Juga:  Bupati Batu Bara Jalin Konsultasi dengan BBPVP Medan, Dorong Peningkatan Pelatihan dan Penyerapan Tenaga Kerja

“Model kepemimpinan yang berbasis meritokrasi mencerminkan penguatan sistem pertahanan negara, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta optimalisasi sumber daya kelembagaan,” ujar Firman, yang juga pernah terlibat sebagai Tim Perumus berbagai undang-undang strategis, antara lain UU Pertahanan Negara, UU Kepolisian, UU Kejaksaan, UU Kehakiman, hingga regulasi terkait Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan KPK.

Pertemuan tersebut dinilai sebagai bagian dari komunikasi strategis antara unsur pertahanan dan kalangan pemikir kebijakan publik dalam memperkuat stabilitas keamanan wilayah barat Indonesia, khususnya di kawasan pesisir dan perairan strategis Selat Malaka.

Pada hari yang sama, Firman Jaya Daeli juga menghadiri dan menjadi pembicara dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Medan, Sumatera Utara. Kegiatan bertajuk PPAB Akbar tersebut digelar di Tiara Convention Hall – LPMP Sumut, Medan.

Dalam forum tersebut, Firman mengangkat tema kepemimpinan nasional, penguatan demokrasi konstitusional, serta peran generasi muda dalam menjaga integritas sistem politik dan hukum Indonesia.

Pertemuan dan rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya dialog antara institusi pertahanan, pemikir kebijakan, serta kalangan mahasiswa dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis kolaborasi, profesionalisme, dan komitmen terhadap konstitusi.

Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Desak Kementerian ATR/BPN Segera Terbitkan Sertifikat PTSL 2021
Masyarakat Minta Keadilan, Sengketa Tanah Desa Muara Pantun Memanas: Petani Tuding PT EMAS Serobot Lahan dan Rusak Sawit Warga
Refleksi Satu Tahun Bobby–Surya: Setia kepada Sumber sebagai Jalan Ideologis Pembangunan
Dukungan Menguat, Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias Jadi Aspirasi Bersama
Tindak Lanjut: KA SPPG MBG Gunungsitoli Bungkam, Korwil BGN Diduga Blokir Nomor Wartawan
Kejari Nias Selatan Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOS SMKN 1 Teluk Dalam, Kerugian Negara Ditaksir Rp1,4 Miliar
DPC PELITA PRABU Soroti Isu Rekomendasi Impor Babi, Dinas Tegaskan Belum Ada Izin Resmi
Gawat.!!! Toko Berkedok Kosmetik di Cengkareng Diduga Edarkan Obat Keras Golongan G Tanpa Resep
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:44 WIB

Masyarakat Desak Kementerian ATR/BPN Segera Terbitkan Sertifikat PTSL 2021

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:22 WIB

Masyarakat Minta Keadilan, Sengketa Tanah Desa Muara Pantun Memanas: Petani Tuding PT EMAS Serobot Lahan dan Rusak Sawit Warga

Minggu, 22 Februari 2026 - 02:38 WIB

Kodaeral I/Belawan Laksda TNI Deny Septiana Diskusi Strategis Bersama Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Sistem Pertahanan dan Tata Kelola Kelembagaan

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:59 WIB

Refleksi Satu Tahun Bobby–Surya: Setia kepada Sumber sebagai Jalan Ideologis Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 - 07:38 WIB

Dukungan Menguat, Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias Jadi Aspirasi Bersama

Berita Terbaru