MINTA SP2HP, LIUSMAN NDRURU SURATI KAJARI NIAS SELATAN TERKAIT PROGRES PENANGANAN KASUS DACIL

- Penulis

Kamis, 13 November 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias Selatan // Krimsusnewstv.id Kamis, 13 November 2025  – Perkembangan penanganan laporan dugaan tindak pidana korupsi terkait pungutan liar (pungli) atas Tunjangan Khusus Guru (TKG) di Kabupaten Nias Selatan kembali menjadi sorotan publik. Pelapor kasus tersebut, Liusman Ndruru, secara resmi melayangkan surat permintaan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) kepada Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Edmond Novvery Purba, S.H., M.H, pada Kamis, 13 November 2025.

Dalam surat yang diserahkan langsung ke pihak Kejari Nias Selatan itu, Liusman meminta kejelasan terkait progres penanganan laporan dugaan pungli TKG yang telah dilaporkannya sejak 27 Mei 2025. Ia menilai, hampir setengah tahun berlalu, namun belum ada kejelasan hukum yang berarti dari pihak penegak hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya dan teman-teman guru berharap pihak Kejaksaan Negeri Nias Selatan tidak ‘masuk angin’ dalam penanganan kasus DACIL ini. Kami juga berharap surat yang kami layangkan hari ini segera direspons secara resmi, agar publik tahu sejauh mana progres penanganan perkara dugaan korupsi berupa pungli yang telah kami laporkan,” tegas Liusman Ndruru kepada wartawan.

Baca Juga:  Putra Daerah Desak Pemkab Lingga Perhatikan Jalan yang Tak Pernah Dibangun di Desa Sekanah

Liusman menambahkan, selama lebih dari enam bulan, kasus tersebut masih berada pada tahapan penyelidikan, padahal publik berharap sudah naik ke tahapan penyidikan. Ia mendesak agar pihak Kejaksaan bersikap transparan dan profesional dalam menangani kasus yang menyangkut kepentingan para tenaga pendidik di daerah terpencil tersebut.

“Kami hanya ingin kejelasan. Jangan ada hal yang ditutup-tutupi dalam perkara ini, karena kasus DACIL sudah menjadi perhatian dan perdebatan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Negeri Nias Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait surat permintaan SP2HP yang disampaikan oleh pelapor. Publik pun menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas dugaan pungli dana tunjangan khusus guru tersebut.

Penulis : Julius Giawa

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Liusman Ndruru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan
Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.
Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik
Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing
Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Desa Perbaungan Tuai Sorotan Warga
PD AMAL Marga Laoli Gelar Ibadah Mingguan, Perkuat Persatuan Keluarga Besar Laoli
Wali Kota Gunungsitoli Lantik 16 Penjabat Kepala Desa, Tegaskan Integritas dan Pelayanan Publik
Berita ini 175 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketum PWO Dwipa: OTT Wartawan Amir Diduga Setingan, MOU Dewan Pers–Polri Dipertanyakan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:46 WIB

Adv. Itoloni Gulo, SH Serta Tim Apresiasi Respons Cepat Disnaker Gunungsitoli Terkait Dugaan PHK Sepihak Relawan MBG.

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WIB

Diduga Layani Mafia BBM Subsidi, SPBU di Air Joman Disorot Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:02 WIB

Forum Perangkat Daerah 2027 Resmi Dibuka, Pemkot Gunungsitoli Fokus Tajam pada Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 16 Maret 2026 - 05:19 WIB

Inspektorat Nias Selatan Segera Audit Dana Desa Hilimbaruzo, Dugaan Penyimpangan Miliaran Rupiah Disorot Publik

Berita Terbaru