Refleksi Satu Tahun Bobby–Surya: Setia kepada Sumber sebagai Jalan Ideologis Pembangunan

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan // krimsusnewstv.id — Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Surya memasuki fase reflektif. Satu tahun perjalanan ini dinilai bukan sekadar hitungan administratif, melainkan tahap awal konsolidasi arah dan karakter pembangunan Sumatera Utara. 22/02/2023

Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Sumatera Utara memaknai periode ini sebagai upaya membumikan prinsip ideologis “Setia kepada Sumber”, yakni pandangan yang menempatkan rakyat sebagai asal kekuasaan, orientasi kebijakan, sekaligus tujuan akhir pembangunan.

Bagi GMNI Sumut, pembangunan tidak boleh direduksi pada angka pertumbuhan ekonomi, daftar proyek fisik, atau capaian statistik semata. Pembangunan harus diukur dari sejauh mana kebijakan publik menghadirkan keadilan sosial dan membebaskan rakyat kecil dari ketimpangan struktural yang selama ini mengakar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sumber kekuatan kita adalah rakyat. Maka setiap kebijakan yang lahir harus bermuara pada kepentingan mereka yang selama ini terpinggirkan. Setia kepada sumber berarti setia pada jeritan dan harapan kaum marhaen,” tegas Kristianus Dachi, Wakil Ketua DPD GMNI Sumatera Utara.

Orientasi kebijakan dan catatan kritis, dalam satu tahun terakhir, GMNI Sumut mencatat adanya langkah-langkah kebijakan yang dinilai mulai menyentuh kepentingan dasar masyarakat. Beberapa di antaranya adalah penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat, perluasan akses layanan kesehatan agar kemiskinan tidak menjadi penghalang memperoleh layanan medis, serta perbaikan infrastruktur dasar yang menopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  DPC PELITA PRABU Soroti Isu Rekomendasi Impor Babi, Dinas Tegaskan Belum Ada Izin Resmi

Meski demikian, GMNI menekankan bahwa konsistensi menjadi ujian utama memasuki tahun kedua kepemimpinan. Modal moral berupa kerja keras dan kesetiaan pada mandat rakyat, menurut mereka, harus terus dijaga agar tidak tergelincir pada pragmatisme kekuasaan.

Dalam kerangka ideologis yang mereka suarakan, nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan normatif, melainkan harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan publik. Prinsip keadilan sosial, khususnya keberpihakan kepada kaum marhaen, dinilai harus tercermin secara nyata dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Sumatera Utara.

“Kami bersama pemuda di Sumatera Utara tidak mempersoalkan keterbatasan capaian dalam satu tahun kepemimpinan. Kami meyakini Gubernur memiliki prinsip keberpihakan yang jelas kepada sumber kekuatan bangsa, yakni rakyat. Tugas kita bersama adalah menjaga agar kesetiaan itu tetap lurus dan berpihak,” pungkas Dachi.

Refleksi, bukan vonis, bagi GMNI Sumut, refleksi satu tahun Bobby–Surya bukanlah penilaian final, melainkan pengingat ideologis. Kekuasaan, dalam perspektif mereka, hanya bermakna sejauh ia tetap setia kepada sumbernya dan memuliakan rakyat kecil.

Memasuki tahun kedua, tantangan pembangunan Sumatera Utara dipastikan semakin kompleks. Konsistensi arah, keberanian mengambil kebijakan pro-rakyat, serta keteguhan menjaga integritas akan menjadi penentu apakah semangat “Setia kepada Sumber” benar-benar menjelma menjadi karakter kepemimpinan, atau sekadar menjadi narasi politik.

Refleksi ini menjadi alarm moral sekaligus harapan: bahwa pembangunan bukan sekadar kerja teknokratis, tetapi perjuangan ideologis yang berpijak pada rakyat sebagai sumber dan tujuan akhir kekuasaan.

Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Desak Kementerian ATR/BPN Segera Terbitkan Sertifikat PTSL 2021
Masyarakat Minta Keadilan, Sengketa Tanah Desa Muara Pantun Memanas: Petani Tuding PT EMAS Serobot Lahan dan Rusak Sawit Warga
Kodaeral I/Belawan Laksda TNI Deny Septiana Diskusi Strategis Bersama Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Sistem Pertahanan dan Tata Kelola Kelembagaan
Dukungan Menguat, Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias Jadi Aspirasi Bersama
Tindak Lanjut: KA SPPG MBG Gunungsitoli Bungkam, Korwil BGN Diduga Blokir Nomor Wartawan
Kejari Nias Selatan Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOS SMKN 1 Teluk Dalam, Kerugian Negara Ditaksir Rp1,4 Miliar
DPC PELITA PRABU Soroti Isu Rekomendasi Impor Babi, Dinas Tegaskan Belum Ada Izin Resmi
Gawat.!!! Toko Berkedok Kosmetik di Cengkareng Diduga Edarkan Obat Keras Golongan G Tanpa Resep
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:44 WIB

Masyarakat Desak Kementerian ATR/BPN Segera Terbitkan Sertifikat PTSL 2021

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:22 WIB

Masyarakat Minta Keadilan, Sengketa Tanah Desa Muara Pantun Memanas: Petani Tuding PT EMAS Serobot Lahan dan Rusak Sawit Warga

Minggu, 22 Februari 2026 - 02:38 WIB

Kodaeral I/Belawan Laksda TNI Deny Septiana Diskusi Strategis Bersama Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Sistem Pertahanan dan Tata Kelola Kelembagaan

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:59 WIB

Refleksi Satu Tahun Bobby–Surya: Setia kepada Sumber sebagai Jalan Ideologis Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 - 07:38 WIB

Dukungan Menguat, Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias Jadi Aspirasi Bersama

Berita Terbaru