Warga Dolok Maraja Simalungun Resah, Penampungan Getah Diduga Ilegal dan Berasal dari Hasil Curian

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simalungun // krimsusnewstv.id – Warga Huta I, Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengaku resah atas dugaan beroperasinya penampungan getah ilegal yang disebut-sebut menampung hasil curian. (27/02/2026)

Informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat menyebutkan, aktivitas penampungan tersebut diduga berkaitan dengan getah milik PT Bridgestone yang beroperasi di wilayah Kabupaten Simalungun. Warga menilai keberadaan penampungan itu mencurigakan karena aktivitas bongkar muat dilakukan pada jam-jam tertentu dan terkesan tertutup.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa keresahan masyarakat semakin memuncak dalam beberapa pekan terakhir. “Kami menduga getah yang ditampung itu bukan dari sumber resmi. Aktivitasnya sering dilakukan malam hari. Kami khawatir ini bagian dari jaringan mafia getah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama JulMarteng turut disebut-sebut oleh warga sebagai pihak yang diduga terkait dengan aktivitas penampungan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari yang bersangkutan.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Tebo Ringkus Dua Pelaku Narkoba, Amankan 42,98 Gram Sabu di Tebo Tengah

Warga meminta aparat penegak hukum di wilayah Kecamatan Tapian Dolok dan Polres Simalungun segera turun tangan melakukan penyelidikan. Jika benar getah tersebut merupakan hasil pencurian, maka praktik tersebut dinilai merugikan perusahaan dan berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa mereka tidak ingin wilayah Nagori Dolok Maraja dicap sebagai sarang penadah barang curian. “Kalau memang ilegal, kami minta ditutup. Jangan sampai masyarakat ikut terdampak atau terseret masalah hukum,” tegasnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT Bridgestone terkait dugaan tersebut. Aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan klarifikasi dan penindakan apabila ditemukan unsur tindak pidana.

Media ini akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel krimsusnewstv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Suami Habisi Istri Secara Sadis, Polisi Ungkap Kasus Kurang dari 3 Jam di Tanjungpinang
Aspal Ramadan Kembali Telan Korban, Diduga Tabrak Lari di Jalan Raya Desa Pendalian
GM-PON Tolak Penyempurnaan SE Wali Kota Medan No: 500.7.1/1540, Desak Dicabut Total
ELDARA Apresiasi Langkah Bupati Nias Utara di Forum Nasional, Dorong Percepatan Lepas dari Status Daerah Tertinggal
Dugaan Mafia Getah di Serdang Bedagai, Nama Oknum Internal PT Bridgestone Terseret
RESPON PLN KAMPAR HULU DINILAI TAK PROFESIONAL, LISTRIK PADAM 9 JAM AKIBAT POHON TUMBANG
Ketua Kelompok Tani Warga Muara Pantun Dusun Tiga Ungkap Dugaan Perusakan Sawit oleh PT EMAS, Warga Samarapan Mengadu
Warga Keluhkan Layanan Rekam E-KTP di Disdukcapil Batu Bara, Diminta Kembali ke Kecamatan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:17 WIB

Diduga Suami Habisi Istri Secara Sadis, Polisi Ungkap Kasus Kurang dari 3 Jam di Tanjungpinang

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:03 WIB

Aspal Ramadan Kembali Telan Korban, Diduga Tabrak Lari di Jalan Raya Desa Pendalian

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:58 WIB

Warga Dolok Maraja Simalungun Resah, Penampungan Getah Diduga Ilegal dan Berasal dari Hasil Curian

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:07 WIB

GM-PON Tolak Penyempurnaan SE Wali Kota Medan No: 500.7.1/1540, Desak Dicabut Total

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:44 WIB

ELDARA Apresiasi Langkah Bupati Nias Utara di Forum Nasional, Dorong Percepatan Lepas dari Status Daerah Tertinggal

Berita Terbaru